Category Archives: Cinta is LOVE

No days without it:)

 

Surat Thoha ayat 8 : merupakan berita tentang adanya Al Asmaul Husna.

“Dialah Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia. Dia mempunyai Al Asmaul Husna (Nama-nama yang bagus).

 

 

 

Surat Hasyr ayat 24 : berita bahwa apa saja yang di langit dan di bumi membaca tasbih

“Dialah Allah yang menciptakan, yang mengadakan, yang membentuk rupa, yang mempunyai Nama-Nama yang paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi”

 

 

Surat Al Isro’ ayat 110 : penjelasan kepada manusia bahwa bila berdoa, Allah SWT mempunyai Al Asmaul Husna.

“Katakanlah : Serulah Allah atau serulah Ar Rokhman dengan nama yang mana saja kamu seru. Dia mempunyai Al Asmaul Husna.”

 

Surat Al A’rof ayat 180 : Perintah untuk membaca Al Asmaul Husna

Hanya milik Allah Asmaul Husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan “.

 

 

 

 

Rujukan: http://st305834.sitekno.com/article/46426/dalil-al-asmaul-husna-menurut-al-quran.html

Advertisements

SAYANGkah kita?

Alhamdulillah syukur pada Allah, hari ini Allah kurniakan perasaan yang jauh dari kesedihan. Walau pun diri ini tahu bahawa diri ini tidak layak langsung untuk memperoleh nikmat ini..namun, Alhamdulillah…

kata Allah, ‘La in syakartum la azidanna kum’ sekiranya kamu bersyukur, nescaya akan Aku tambahkan untuk kamu (nikmat-nikmat)..

Alhamdulillah di atas nikmat KEHIDUPAN..

Alhamdulillah di atas nikmat ISLAM..

Alhamdulillah di atas nikmat IMAN..

Alhamdulillah di atas nikmat SIHAT..

Alhamdulillah di atas nikmat orang-orang yang TERSAYANG di sekeliling diri ini..

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin….

Hakikatnya, diri ini adalah seorang hamba kepada Allah YANG MAHA PENGASIH (ARRAHMAN) dan MAHA PENYAYANG (ARRAHIM)..

Kata seorang ukhti, cuba kita bayangkan diri kita sebagai seorang hamba kepada seorang tukang besi, sudah tentu kita juga akan membuat besi seperti mana tuan kita. Begitu juga jika kita hamba kepada seorang tukang jahit, sudah tentu kerja-kerja menjahit akan menjadi sebahagian dari kehidupan kita.

Lalu, bagaimana pula peranan kita sebagai hamba kepada YANG MAHA PENGASIH (‘ibaadurrahman)? Sewajarnya hidup kita juga sepatutnya diwarnai sifat-sifat kasih sayang kerana Allah dan sesama manusia..bukankah begitu?

Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:

Di antara doa Nabi Daud ’alihis-salaam ialah: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu cintaMu dan cinta orang-orang yang mencintaiMu dan aku memohon kepadaMu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cintaMu. Ya Allah, jadikanlah cintaMu lebih kucintai daripada diriku dan keluargaku serta air dingin.” Dan bila Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengingat Nabi Daud ’alihis-salaam beliau menggelarinya sebaik-baik manusia dalam beribadah kepada Allah.” (HR Tirmidzi 3412)

Lalu bagaimana kita menjadi hamba kepada YANG MAHA PENGASIH? Allah sudah memberikan kita jawapannya:

seperti kata-kata Allah dalam surah al Furqan ayat 63-76;

  • Dan hamba-hamba (Allah) Ar-Rahman (yang diredhaiNya), ialah mereka yang berjalan di bumi dengan sopan santun, dan apabila orang-orang yang berkelakuan kurang adab, hadapkan kata-kata kepada mereka, mereka menjawab dengan perkataan yang selamat dari perkara yang tidak diingini;

 

  • Dan mereka (yang diredhai Allah itu ialah) yang tekun mengerjakan ibadat kepada Tuhan mereka pada malam hari dengan sujud dan berdiri,

     

  • Dan juga mereka yang berdoa dengan berkata: Wahai Tuhan kami, sisihkanlah azab neraka Jahannam dari kami, sesungguhnya azab seksanya itu adalah mengertikan. Sesungguhnya neraka Jahannam itu tempat penetapan dan tempat tinggal yang amat buruk”;

     

  • Dan juga mereka (yang diredhai Allah itu ialah) yang apabila membelanjakan hartanya, tiadalah melampaui batas dan tiada bakhil kedekut; dan (sebaliknya) perbelanjaan mereka adalah betul sederhana di antara kedua-dua cara (boros dan bakhil) itu.

     

  • Dan juga mereka yang tidak menyembah sesuatu yang lain bersama-sama Allah, dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah membunuhnya, kecuali dengan jalan yang hak (yang dibenarkan oleh syarak), dan tidak pula berzina; dan sesiapa melakukan yang demikian, akan mendapat balasan dosanya; Akan digandakan baginya azab seksa pada hari kiamat, dan ia pula akan kekal di dalam azab itu dengan menerima kehinaan, –

     

  • Kecuali orang yang bertaubat dan beriman serta mengerjakan amal yang baik, maka orang-orang itu, Allah akan menggantikan (pada tempat) kejahatan mereka dengan kebaikan; dan adalah Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.

     

  • Dan sesiapa yang bertaubat serta beramal soleh, maka sesungguhnya (dengan itu) ia bertaubat kepada Tuhannya dengan sebenar-benar taubat;

     

  • Dan mereka (yang diredhai Allah itu ialah orang-orang) yang tidak menghadiri tempat-tempat melakukan perkara-perkara yang dilarang, dan apabila mereka bertembung dengan sesuatu yang sia-sia, mereka melaluinya dengan cara membersihkan diri daripadanya.

     

  • Dan juga mereka (yang diredhai Allah itu ialah orang-orang) yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat keterangan Tuhan mereka, tidaklah mereka tunduk mendengarnya secara orang-orang yang pekak dan buta.

     

  • Dan juga mereka (yang diredhai Allah itu ialah orang-orang) yang berdoa dengan berkata: “Wahai Tuhan kami, berilah kami beroleh dari isteri-isteri dan zuriat keturunan kami: perkara-perkara yang menyukakan hati melihatnya, dan jadikanlah kami imam ikutan bagi orang-orang yang (mahu) bertaqwa.

     

  • Mereka itu semuanya akan dibalas dengan mendapat tempat yang tinggi di Syurga disebabkan kesabaran mereka, dan mereka pula akan menerima penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya, Mereka kekal di dalam Syurga itu; amatlah eloknya Syurga menjadi tempat penetapan dan tempat tinggal.

Wa Allahu a’lam

*Refleksi post-PMS (PERHIMPUNAN MUSIM SEJUK 2011)*

Sharing pengalaman ke rumah kanak-kanak

The Children’s Home-A beautiful experience

I was trying to get to know this really innocent-looking kid, aged around 10 years old or so.

We were doing medical check-up at that time, which was one of the activity arranged when we came to visit the Children’s Home – a home for about 120 orphans/sheltered kids.

“Adik, adik dah berapa lama duk sini dik?”

“Dari 2001.”

“Ohh.. mcm mana boleh duk sini ya?”

And his answer made me speechless.

“…kena buang kat tong sampah dulu.”

What..? How…? Why..?? Ya Allah.. How could his parents do something like that to him? (Presumably it was his parents who threw him away). How could they? Oh, poor boy.. I’m sooo sorry to hear that!

How is this boy going to live his life carrying the fact that he was once unwanted by his parents, who had treated him like rubbish and had actually thrown him near the rubbish area?? Unlike other babies whose births are joyously awaited and celebrated by their parents, his wasn’t 😦 .

I didn’t know what to say to him in reply, I was still in shock hearing his answer. I wanted to say it’s allright, you’re a strong boy, Allah loves you so much and will take care of you always, but all I could speak to him at the moment was..

“Takpe dik..Allah ada..”

Yes, I pray Allah will always be there for you, dear, give you blessings, and I hope you will be a really soleh boy, and be successful in this life and the hereafter..

I think I was going to just cry at the moment then and there, but then, macam tak macho je. So I just bit my lip, held back my tears, and moved on to speak to the other kids. But my heart was aching for the boy… 😦

There were kids who looked like they’ve got healing scars and bruises here and there, and I could only imagine how they could have gotten them from. There were many kids who are orphaned, and listening to them actually saying “mak bapak saya dah meninggal” or “bapak saya tinggalkan saya kat sini” was so heart-wrenching.

Auw, poor kids, having to grow up without parents to love and care for them….Who will stand up for them and protect them in bad times? Who will buy them birthday cakes and give them hugs and kisses on their special days? Would they get new baju rayas every Eid like other children? And em, would someone come to their school to collect the report cards like parents usually do?

Hm, anyway, after that, the children had to go to 3 other stations besides the medical check-ups. Hand-washing, mouthcare and a games station. After that, we were ushered to their hall, and guess what? They had performance in store for us!! They were so cute on stage, singing, playing musical instruments, dancing.

And then, this really talented 12-year-old boy just HAD to sing this very very sad song, Kasih Ibu. Hoho, that time, I cannot tahan anymore, tears were streaming down my face. I mean, most of them are orphans and this song must mean so much to them. And when I turned to my side, everyone else was in tears too!

And then the staff also had surprises for them, lots of balloons, KFC for everyone and the KFC mascot, Chicky came!! You can imagine how excited these 100+ kids were at that time. Such a happy moment. And I was so happy seeing them so happy 🙂 Alhamdulillah.

Alhamdulillah, the visit to the Children’s Home today was a great day with many great reminders for myself. To appreciate what I’ve got and always be thankful to Allah for the many blessings He has given me. To always love the less fortunate ones like the orphan/sheltered kids because they too are in need of love. A reminder for myself to do a bit more for them, now and in the future inshaAllah.

A lovely quote from Karem Salama’s video A Land Called Paradise that I found inspiring, may it be an inspiration to all of us inshaAllah..

“When I die, I hope the poor, the weak and the oppressed miss me”

Salam wbt

Makna buat kehidupan

Tentunya orang yang belum merasainya tidak akan pernah mengetahui bagaimana rasanya. Nikmat berkumpul bersama dalam satu majlis. Nikmat mentadabbur ayat-ayat Allah dan mengingatkan satu sama lain tentang janji Allah yang memang pasti. Nikmat berukhuwah atas nama Islam dan dasarnya akidah tauhid. Nikmat bersama-sama di dalam suatu ikatan usrah.

Begitu besarnya makna usrah untuk diri saya. Setelah beberapa tahun di bumi UK, saya kini boleh katakan seminggu saya memang tidak akan lengkap jika tak berusrah. Bagaikan ada sesuatu yang ‘missing‘ jika tidak bersama akhawat tersayang di dalam majlis ini. Majlis yang bukan sekadar majlis ilmu, tapi pastinya lebih lagi daripada itu. Majlis yang begitu memberi makna ‘kehidupan’ buat diri yang selalu terlupa. Teringatpula  ayat Al Quran di 8:24..

Daripada murabbi-murabbi yang sabar melayan karenah kami, saya temui begitu banyak mutiara darpada mereka. Mereka orang-orang yang lebih lama dalam dakwah ini, yang lebih banyak makan garam, tetapi tidak pernah lokek untuk berkongsi segalanya dengan kami. Mereka mengajar saya betapa tarbiyah itu bukan sekadar teori, bukan sekadar ayat-ayat di mulut, tetapi juga sesuatu yang perlu diterjemahkan dengan amal. Mereka juga menjadi contoh terbaik membina keluarga Muslim dalam erti kata yang sebenar.

Mereka begitu meyakini bahawa dunia ini hanya akan terselamat dengan cahaya Islam sahaja. Maka pemuda-pemuda seperti kitalah perlu membina diri kita untuk mencapai tahap supaya kita mampu sama-sama beramal jamaie membawa Islam ke tempat yang sepatutnya. Mereka memberi saya keyakinan dan dorongan bahawa saya mampu melakukan perkara yang saya sendiri ragui saya mampu lakukannya. Mereka mempercayai potensi diri ini yang tak seberapa dan mendorong saya agar ia digunakan sepenuhnya untuk amal Islami.

Teringat kisah-kisah dahulu bila saban minggu, perjalanan menaiki tren untuk ke tempat usrah sudah menjadi perkara biasa. Malah menjadi perkara yang ditunggu-tunggu kerana dapat bertemu dengan akhawat-akhawat lain daripada lokaliti lain.

Tahun berganti tahun, begitu juga dengan ahli-ahli usrah. Ada ahli usrah yang bersama-sama dari dahulu sehinggalah kini. Ada ahli usrah yang dahulunya bersama kini telah kembali ke tanah air-ada yang sudah berkahwin, ada yang sudah bercahaya mata. Alhamdulillah 🙂

Selalu juga terfikir, bertuahnya diri ini kerana disapa dengan nikmat hidayah Allah ini. Juga nikmat hidup dalam biah solehah dan dipermudahkan untuk mendapat hidayah Allah dalam pelbagai bentuk. Nikmat yang paling hebat dan manis sekali pastinya apabila dapat berkenalan semula dengan Pencipta yang Maha Agung, mengenaliNya melalui ayat-ayat Al-Quran dan menginsafi betapa lemahnya diri ini.

Sedangkan di luar sana betapa ramai rakan seusia masih terkinja-kinja dengan hiburan yang melalaikan, masih sibuk mengejar harta dunia tanpa peduli makanan rohani, masih meraba dalam gelap mencari-cari makna hidup yang sebenar. Di luar sana, pemuda-pemuda bagaikan tiada arah tujuan hidup dan larut dalam nikmat duniawi yang begitu mengasyikkan. (Beradanya saya di Malaysia pada waktu ini mengiyakan fakta di atas.)

Di suatu sudut lain, saya sebenarnya berasa kasihan pada mereka kerana mungkin mereka hanyalah ‘mangsa keadaan’.

Saya juga agaknya begitu jika tidak ada hidayah yang menyapa. Saya juga agaknya begitu jika tiada kawan-kawan, akak-akak yang datang berkongsi tentang nikmat iman dan islam dengan saya suatu hari dahulu. Saya juga agaknya begitu jika tiada akhawat-akhawat yang tidak putus-putus mendoakan kesejahteraan bersama dan tsabatnya kita dalam jalan ini.

Namun tiada satu jaminan bahawa saya akan terus kekal di jalan ini, kerana hanya Allah yang memegang hati ini. Dan hanya padaNya lah saya meminta agar Dia terus memimpin saya ke jalan yang lurus.

“Barang siapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah, Dia akan membukakan dadanya untuk Islam. Dan barang siapa dikehendakiNya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit….” 6:125

Buat para duat,

Teruskan menyentuh hati-hati manusia, membantu mereka (dan diri kita) membuang segala noda hitam dalam hati supaya mudah hidayah Allah itu hinggap ke dalam hati. Kongsilah permata-permata tarbiyah berharga yang telah kita peroleh dan sangat sayangi ini dengan mereka di luar sana. Sebarkan bait-bait hikmah daripada Al Quran untuk dikongsi bersama rakan-rakan. Teruskan mengajak mereka untuk bersama kita dalam usaha fastabiqulkhairat ini.

Kerana sebenarnya, manusia seluruhnya sangat menanti-nantikan cahaya Islam, juga sangat-sangat menanti-nantikan kita. Kerana jauh di sudut hati, mereka juga ingin mengenal kembali Allah, dan mereka juga ingin mengenali Islam itu sendiri. Mereka juga ada impian yang sama dengan kita, iaitu untuk menggapai nikmatnya Syurga Jannatul Firdausi dan menatap wajah Allah yang Esa.

Moga Allah kekalkan kita dalam nikmat iman dan islam ini -walaupun ia berbunyi cliche, tetapi pengertiannya begitu besar bagi yang benar-benar memahami.

Marilah kita berusaha untuk kembali dekat padaNya, taat padaNya dan ikhlas melakukan segala-gala keranaNya.

Dan marilah kita mengajak kawan-kawan di luar sana untuk berada bersama dalam gerabak ini, jangan biar ada seorang yang tercicir, kerana walaupun payah dan sukar perjalanannya, namun syurga dan redha Allah yang menanti itu begitu besar ganjarannya.

 “Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa..” 3:133

“Iaitu syurga ‘Adn yang telah dijanjikan oleh Tuhan yang Maha Pengasih kepada hamba-hambaNya sekalipun (syurga itu) tidak tampak. Sungguh, (janji Allah) itu pasti ditepati.” 19: 61

Wallahualam..

Above you is The Glorious Caretaking Lord

Dear God, dear Glorious Allah,

Thank you,
For always being there,
for bringing me light and guidance,
when I’m alone and weak,
when I’m utterly helpless and feel hopeless,
when I feel down and when I’m sad.

Thank you,
For always listening,
For being there when I need someone to talk to,
For being with me through good times and bad times,
For making me who I am today.

Thank you,
For the precious gift of Al-Quran
That is an inspiration,
An encouragement,
To be the best that I can ever be.

Thank you,
For showing me the right from the wrong way,
For bestowing me with Your Love and Your Mercy,
And for guiding me to find You,
The One True Love.

On the authority of Abu Dharr Al-Ghafari, of the prophet is that among the sayings he relates from his Lord is that He said:

“O My servants, I have forbidden oppression for Myself and have made it forbidden amongst you, so do not oppress one another.

O My servants, all of you are astray except for those I have guided, so seek guidance of Me and I shall guide you. O My servants, all of you are hungry except for those I have fed, so seek food of Me and I shall feed you. O My servants, all of you are naked except for those I have clothed, so seek clothing of Me and I shall clothe you. O My servants, you sin by night and by day, and I forgive all sins, so seek forgiveness of Me and I shall forgive you.

O My servants, you will not attain harming Me so as to harm Me, and you will not attain benefiting Me so as to benefit Me. O my servants, were the first of you and the last of you, the human of you and the jinn of you to become as pious as the most pious heart of any one man of you, that would not increase My kingdom in anything. O My servants, were the first of you and the last of you, the human of you and the jinn of you to be as wicked as the most wicked heart of any one man of you, that would not decrease My kingdom in anything. O My servants, were the first of you and the last of you, the human of you and the jinn of you to rise up in one place and make a request of Me, and were I to give everyone what he requested, that would not decrease what I have, any more than a needle decreases the sea if put into it.

O My servants, it is but your deeds that I reckon up for you and then recompense you for, so let him who finds good praise Allah, and let him who finds other than that blame no one but himself.”

Related by Muslim

Ama Zilna

Approaching God with our hearts
No fear nor grief for whom He guides
His rope is strong and will never waver
His provision is there for all who are in need

In every place, at every time
Above you is The Glorious Caretaking Lord
In every place, at every time
You have a Lord who loves you and will never forget you

Do we know our Lord?
Do we see our Lord�s blessings?
Do we know our Lord?
Do we thank Him… or have we forgotten..
that His servants… we are

In His Dominion we exist for as long as He wills
And we call upon His bounty through prayer
And seek His favors through hope
For He is our refuge when difficulty strengthens its hold

In every place, at every time
Above you is a Gloriouscare Taking Lord
In every place, at every time
You have a Lord who loves and will never forget you

Do we know our Lord? Do we see our Lord�s blessings?
Do we know our Lord? Do we thank Him… or have we forgotten..
that His servants… we are

My heart is Allah�s, My soul is Allah�s
My wealth is Allah�s

Salam rindu buat sisters

Bismillahirrahmanirrahim

Ya Allah Engkau mengetahui bahawa hati-hati ini telah berkumpul kerana mengasihiMu

Bertemu untuk mematuhi perintahMu

Bersatu memikul beban dakwahMu

Hati-hati ini telah mengikat janji setia untuk mendaulat dan menyokong syariatMu

Maka ERATKANLAH Ya Allah akan IKATANNYA

Kekalkan KEMESRAAN antara hati-hati ini akan jalannya yg sebenar

Penuhkan piala hati ini dengan cahaya rabbaniMu yg tidak kunjung malap

Lapangkan hati2 ini dgn limpahan IMAN/KEYAKINAN dan keindahan TAWAKKAL kepadaMu

Hidup suburkan hati2 ini dgn makrifat (pengetahuan sebenar) tentang Mu

Matikanlah hati2 ini sbg para SYUHADA’ dalam perjuangan agamaMu

Engkaulah sebaik2 sandaran dan sebaik2 penolong…

Ya Allah perkenankanlah permintaan ini…

 

Amiiin….

QALAM:Cinta Sempurna

From Blog:Dr Hikari

lukisan ini, luahan ini, ditujukan khas kepada adik2ku yang sedang hot2 melalui alam remaja (saya dah x remaja, saya dah dewasa..mwahaha~) –>adik2ku yg jauh di mata tapi dekat di hati; Nor Fadhila & Nor Afiqah Abd. Muin, adik2 Ruhul Hanif yg kucintai (Yana, Eni, Jnab, Qilah, Baya, Anis, Nadia, Tasneem, Sakinah, Mas Ayu), adik2 Quwwah al Jadeedah yg tanpa mereka sunyilah hidup ini (Lili, Thirah, Yaqin, Aida, McNa, Shakey, Wani, Kema, Fiza, Ain, Fadhlin, Mira), adik2 1st year yg ceria2 sokmo, dan sisters2 seperjuangan di seluruh pelosok dunia….uhibbukunna fillah~

bkb-11bkb-2

bkb-3bkb-4bkb-5

“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah syaitan…” (2:208)

Kadang-kadang kita dah tahu benda tu salah,…tapi kita pejamkan mata, pekakkan telinga….

kenapa ya?

nanti2lah,…takde kekuatan lagi..

kenapa ya takde kekuatan?

sebenarnya,…

kekuatan untuk meninggalkan sesuatu yg Allah x suka, tapi sesuatu yang kita sangat2 suka,

merupakan manifestasi tebal atau nipisnya iman kita….

maka, tepuk dada tanyalah iman.

jika iman nipis, tebal2kan lah ia.

bagaimana?

carilah ilmu…berkumpullah dengan orang2 soleh…jenguk2lah majlis ilmu..

sounds easy, kan?

btul2,…memang susah…

but fake it until you make it…..

“kerana kamu selama-lamanya tidak akan menjadi wanita sempurna,…namun di saat kamu mencuba ke arah itu, Allah akan sangat menghargaimu…”

^(^_^)^

Wahai Ayah, Wahai Ibu

Artikel ini diambil dari blog Kak Nurul=)

“Kak, macam mana saya nak minta maaf dari mak ayah, kalau saya tak pernah di ajar untuk meminta maaf?”

“Macam mana saya nak bercakap baik-baik tanpa kemarahan, kalau sejak dulu saya menghadapi  mak ayah yang sering meninggi suara dengan kemarahan?”

“Saya ni tak pandai nak bercakap, saya tak pandai nak meluah perasaan pada mak ayah dengan baik.. Kalau bercakap, saya akan bercakap kasar.”

“Bila saya dah tahu berdosa meninggikan suara, saya berusaha diam. Tapi kalau diam pula, saya dikata melawan dan memberontak dalam hati..” lirih suara ukhti itu mengadu. Airmata bergenang. Satu demi satu nasihat diberi kepadanya – untuk memperbaiki semula hubungan dan berbuat baik pada orang tua.

Namun, dia terasa amat berat dan tidak tahu bagaimana untuk memulakannya. Berbuat baik dan meminta maaf menjadi satu ketakutan bagi dirinya. Terhimpit dengan pengalaman lalu, jiwa menderita bila suara hati seorang anak tidak diluah dengan baik. Merasa ayah bonda tidak pernah menerima bila pandangan yang berbeza cuba disampaikan.

Dirasakan oleh ukhti itu ibu ayahnya tak memahami jiwanya yang mengharap pengertian tulus dari ibu bapa. Nak diluah tak pandai, disimpan didiamkan – memakan hati setiap hari hingga syaitan pun ketawa ria dengan renggangnya hubungan sesama keluarga.

Luah emaknya pula, “Anak makcik tu tak fikir perasaan mak ayah dia. Kalau dia tak setuju dengan apa yang makcik buat, kenapa tak bagitahu. Kenapa didiamkan sahaja, mengiyakan saja kata-kata makcik dan pakcik?”

Bila mendengar hati luahan kedua-dua belah pihak, minda ku cuba mencerna apakah punca sebenarnya konflik yang menduga mereka… Anakkah, atau ibubapakah yang bersalah??

Pengalaman hidupku yang singkat memberi jawapan – communication breakdown sejak sekian lama menjadi salah satu sumber utama sengketa. Ibubapa dan si anak punya harapan, impian dan ujian hidup yang ingin mereka kongsikan dengan penuh pengertian dan kasih sayang.

Namun semua itu beku di hati, tak terluah dan tak tersampaikan. Yang terpamer hanya kemarahan, bangkangan dan pertentangan. Hingga akhirnya menjadi sembilu yang menghiris ruang hati paling dalam..

Adikku, diri ini cuba mengerti luahan hatimu yang terbuku dengan insan bernama ayah ibu. Diri ini cuba memahami tekananmu menghadapi hari-hari yang sering melihat pertengkaran ayah dan ibu.

Dalam masa yang sama, cuba jua hati ini merasai perasaan insan bernama ayah dan ibu. Fitrah mereka menyayangi dan mempeduli anak-anak yang dikurniakan.. bukan menyayangi, tapi sangat-sangat menyayangi. Di dasar hati mereka menginginkan kesenangan dan kesejahteraan anak.

Tidaklah kesalahan dan kelalaian mereka mengurusi jiwa dan peribadi anak disengajakan, namun ada sebab yang membenarkan persengketaan ini berlaku.

Mungkin kerana tekanan. Atau kejahilan.

Konflik, perselisihan dan pergaduhan yang kita saksikan di jendela keluarga bukan didatangkan tuhan tanpa kebaikan. Kesedihan, kekesalan dan kepahitan yang telah kita tempuh sedari dulu sarat pengajaran dan kemanisan.

Pengajaran dan kemanisan yang bagaimana ..?

Adikku, bukankah dari pertelingkahan keluarga dan keserabutan keluarga telah menunjuk jalan untuk kita menghampiri tuhan? Bukankah kekecewaan perpecahan itu menghadiahkan kita sebuah kematangan?

Ujian berat itu ALLAH kurniakan sebagai bahan belajar buat kita. Kata-kata negatif ibubapa dan ahli keluarga telah menjadi senjata yang memisah-misahkan. Lantas, kisah sedih itu mendorong kita mendalami medan komunikasi dan pertuturan. Kerana tidak mahu kesilapan menyampaikan dan kesalahan perbicaraan mematikan kegembiraan anak kita di masa depan. Sama ada anak kandung, atau anak didik atau sesiapa pun yang kita kongsikan pengalaman.

Mak ayah menghamburkan perkataan yang mengguris perasaan, mungkin kerana tertekan meniti kehidupan. Tekanan wang ringgit, tekanan pekerjaan, tekanan membesarkan anak-anak  dan mungkin tertekan kerana jauh dari pedoman tuhan.

Lantas, kita belajar dan tekadkan di hati, diri-diri kita harus kuat menempuh dugaan. Agar kelak anak-anak didik kita tidak menjadi tempat menghambur kerunsingan, tidak terguris hatinya hanya kerana kegagalan kita mengawal perasaan.

Adikku sayang, telah kita belajar di medan ilmu bahawa betapa tingginya tempat ibu dan ayah di sisi tuhan.. lihatlah ayah ibu kita dengan rasa kasing sayang penuh kemuliaan.

Satu ketika, diri kita pernah bahagia dan damai di pelukan ayah dan ibu. Kecomelan dan ketenangan wajah kita suatu waktu memberi kegembiraan di sudut hati mereka. Bolehkah kebahagiaan itu kita kembalikan?

Kita tertekan, lalu tanpa disedari, perasaan ayah ibu kita lukakan.

Adikku sayang, kita tidak mampu kembali ke masa lalu. Hari ini sahaja yang ada untuk kita membuat pilihan.. Kita memilih untuk memperbaiki keadaan. Kita memilih untuk memaafkan dan melupakan kesalahan.

Ibu ayah juga melakukan kesilapan, mereka juga sedar dan ingin bangkit membetulkan kesalahan. Lalu kitalah yang membangkitkan harapan pada mak dan ayah.

Mohon keampunan agar urusan diberi jalan keluar olehNYA. Agar ALLAH menyatukan hati kita dan ayahbonda. Agar ALLAH menjauhkan kita dari menjadi permainan syaitan durjana.

Manisnya,… betapa manisnya bila kesusahan birrul walidain ini kita redahi kerana meyakini janji tuhan. Manisnya terasa mengingatkan ALLAHbersama-sama orang yang bertaqwa dan melakukan perbaikan.

Perjalanan berbuat baik dan membetulkan kesilapan bukan sehari dua, bukan seminggu dua..mungkin berbulan, mungkin bertahun, namun inilah langkah pertama.

tumpahkanlah CINTA mu…

Firman Allah yang bermaksud: Cukuplah bagiku Allah (yang menolong dan memeliharaku), tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; kepada-Nya aku berserah diri dan Dialah yang mempunyai arasy yang besar. (at-Taubah: 129)


Suatu hari, seorang arab Badwi datang bertemu dengan Rasulullah s.a.w katanya, “Wahai Rasulullah, adakah Tuhan itu dekat sehingga kami dapat bermunajat kepadaNya? Atau Tuhan itu jauh sehingga kami perlu menyeru kepadaNya?” Rasul terdiam hingga turunlah jawapan terus dari Allah swt berkenaan pertanyaan Badwi tadi…

Dan apabila hamba-hamba- Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (Surah al-Baqarah ayat 186)


Berpegang teguhlah dengan janji Allah ini, kerana tiada yang paling setia dengan janjinya melainkan Allah semata-mata. Allah memberikan baik dan buruk sesuatu perkara hanya atas tiga perkara:

1) Kerana Dia mahu mengingatkan kita kepadaNya.

2) Kerana Dia mahu mengampunkan dosa kita.

3) Kerana Dia mahu mengangkat martabat kita di sisiNya.


Tetapi, asal ketiga-tiga yang di atas itu adalah kerana Dia Maha Menyayangi kita sehinggakan bila kita terlupa atau sengaja lupakan Dia, tidak diazabnya kita terus serta merta. Bahkan Dia berikan sedikit cubaan, supaya kita ingat kembali padaNya. Supaya kita rasakan kembali kasihNya yang melimpah-limpah, supaya kita lembut hati untuk berkasih padaNya, dan supaya kita kembali ke pangkuanNya.


Hanya Dia sahaja tempat pergantungan kita. Selama mana kita bergelar hamba kepadaNya, selagi itulah kita bergantung seratus peratus kepadaNya. Dia menjanjikan kebahagiaan dengan segala ketenangan, ketenteraman, kekuatan, kebenaran, kemuliaan dan kesucian diri apabila manusia mendekatiNya. Dia Maha Menyayangi hamba-hambaNya, walau pun jelas keingkaran hambaNya. Dia tidak pernah memungkiri janji-janjiNya. Dia menawarkan kasihNya di mana sahaja kita perlukan. Dia menawarkan kasihNya bila saja kita dambakan. Dan Dia menawarkan kasihNya atas apa sebab sekali pun kita pohonkan.


Oleh itu, Kenapa perlu berputus harap padaNya. Sedangkan Dia tidak pernah memandang kita dengan pandangan kebencian? Kenapa perlu merintih pada ketentuanNya sekira Dia menawarkan kebahagiaan yang sangat besar di hujung perjalanan? Kenapa perlu ragu-ragu padaNya yang tidak pernah memungkiri janjiNya kepada kita? Tanda kasihNya sentiasa ada di dalam hati kita. Rujuklah kembali kepada ayat-ayat kasihNya yang diturunkan kepada kita, nescaya di sana ada janji setiaNya untuk kita…


Katakanlah: “Hai hamba-hamba- Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Surah az-Zumar ayat 53)


Ujian yang datang dariNya, terimalah dengan hati yang tenang. Berpautlah pada tali cintaNya dengan sekuat-kuat pautan, nescaya kita tidak akan terhempas dipukul badai dunia. Pandanglah sesuatu ujian itu dengan pandangan Allah. Letaklah Allah di hadapan kita dalam melalui sesuatu musibah, nescaya Allah meletakkan kita di hadapanNya, nescaya Allah memandang kita selamanya dengan pandangan kasihNya, nescaya Allah sejukkan hati dan jiwa kita dengan hidayahNya, dan diterangi jalan hidup kita dunia dan akhirat dengan Nur kekuatanNya. Tidak ada gunanya kita mengadu dan bersedih hati, bila kita diuji Allah. Kerana orang-orang yang beriman hanya bersedih bila Allah tidak memandangnya lagi, selagi ada pandangan Allah pada kita, maka syukurilah dengan ujian itu. Tanda Dia amat mengambil berat akan hal kehidupan kita. Tidak bermakna hilang kasih manusia itu, hilang selamanya. Mungkin ada kasih yang lebih hebat menanti di hari muka, yang kita tidak pernah bayangkan di mata dan tidak pula pernah kita kecapinya di hati.


Sebaliknya, dekatilah Allah sedekat-dekatnya. Kasihilah Allah sedalam-dalamnya. BERBUALLAH DENGAN ALLAH selalu. Bermunajatlah kepadaNya selalu. Mengadulah masalah kita padaNya selalu. Mintalah kasihNya selalu. Nescaya Dia akan sentiasa dekat pada kita. Dia akan sentiasa kasih pada kita. Dia akan selalu berbual dengan kita. Dia akan selalu mendengar munajat kita. Dia akan selalu berkongsi masalah kita. Dan yang paling penting, Dia akan sentiasa meletakkan kita sebagai hambaNya yang mulia di sisiNya.


Apalah harga dunia jika ditimbangkan dengan setitik kasih sayang Allah. Hilang nikmat dunia bila datang setitis rahmat Allah. Lebur seluruh dunia, tenggelam dalam cinta Allah. Bila manusia sudah benar-benar teguh bersama Allah, perjalanannya sentiasa tenang dan damai, hatinya sentiasa terpaut pada Allah. Kasihilah Allah sepenuh hatimu, tumpahkanlah cintamu kepadaNya seikhlas mungkin, dekatilah Allah sedekat mungkin dan cintailah Allah sehalus mungkin. Nescaya hadir nanti insan yang mendekatimu kerana kelimpahan kasihmu pada Allah, kerana keikhlasan cintamu pada Allah, kerana dekatnya dirimu dengan Allah.. ketika itu dirimu akan menjadi perantara tumpahnya kasih Allah padanya…


Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang. (Surah Maryam ayat 19)


wallahualam… sekadar berkongsi from da 3rd heart soother.. jazakillah to kak zaireen!!