Category Archives: 1

suatu petang…

subahanallah..alhamdulillah..allahuakbar…

semalam, Allah ajar saya banyak perkara(act,everyday pun byk,cuma xterkesan je.hehe). Allah ajar saya berlapang dada(mungkin sedikit failed disitu..MyEm0.Com)
Allah ajar saya utk bersungguh sungguh. Allah ajar saya untuk mengatur urusan, dan yang paling penting, Allah bagi saya peluang, at least, utk uruskan something yang sgt kecil, utk saudara se muslim saya.

alhamdulillah. solat hajat bersama2 utk keselamatan palestine dan orang2 yang menyertai freedom frotilla telah berjalan dgn lancarnya. mendapat sambutan yang menggalakkan. semua orang aware isu yang melibatkan orang2 islam ni,tambah2 lagi isu palestin yang sememangnya dan sepatutnya menjadi sebahagian dr hidup kita kerana rakyat palestine adalah saudara kita!

solat hajat bermula pukul 4.30 petang. ada sedikit perkongsian, muhasabah apakah yang telah kita lakukan, apa sumbangan kita. alhamdulillah, i think this sharing is the best moment of the day! then kami teruskan dgn solat asar berjemaah and makan2..

seronok walaupun penat.. berbaloi, and insyaAllah berbaloi walaupun ada ujian2 Allah yang saya failed semalam.MyEm0.Com

thanks to all yang membantu, memberi sokongan. walaupun hari ni ramai yang sedang berjuang di medan peperiksaan. semua orang willling to spend a little time utk memudahkan urusan muslim yang lain. moga hari ini Allah mudahkan pula urusan mereka. insyaAllah..

Hadis diriwayatkan oleh al-lmam Muslim dengan lafaz ini.
Daripada Abu Hurairah r.a. daripada Nabi SAW, Baginda telah bersabda:
“Barangsiapa yang melepaskan seorang mukmin daripada satu kesusahan daripada kesusahan-kesusahan dunia, nescaya Allah akan melepaskannya daripada satu kesusahan daripada kesusahan-kesusahan Qiamat.
Barangsiapa yang mempermudahkan bagi orang susah, nescaya Allah akan mempermudahkan baginya di dunia dan di akhirat.
Barangsiapa yang menutup ke’aiban seorang muslim, nescaya Allah akan menutup ke’aibannya di dunia dan akhirat.
Allah sentiasa bersedia menolong hambaNya selagi mana dia suka menolong saudaranya. Barangsiapa yang melalui suatu jalan untuk menuntut ilmu, nescaya Allah akan mempermudahkan baginya suatu jalan menuju ke syurga.
Sesuatu kaum tidak berkumpul di salah sebuah rumah-rumah Allah (iaitu masjid) sambil mereka membaca Kitab Allah dan mengkajinya sesama mereka melainkan suasana ketenangan akan turun ke atas mereka, rahmat akan melitupi mereka dan mereka akan di kelilingi oleh para malaikat dan Allah akan menyebut (perihal) mereka kepada orang-orang yang berada di sisiNya. Barangsiapa yang terlambat amalannya, nescaya nasab keturunannya tidak mampu mempercepatkannya.”

moga amalan dan usaha kita yang kecil ini diterima.
kesimpulan yang dapat semalam;
keep on praying to palestinian..
teruskan menderma,infaq..etc
keep spreading about palestine to others
try to taja anak2 or satu family kat palestine.(sorry xde link to,sape2 ada leh la share)

special thanks to those yang membantu masak menu yang best!!! hehe… wan sitah, nadia (import dr lufbra tu..hehe) zay,fiza(best air tea fiza!) lya, rai, kak fana!, and semua2 la termasuk yang asyik kat dapur menggoreng cucur Wan yang sangat sedap! MyEm0.Com

MyEm0.Com that’s all for now.. never stop believing that one day Islam will become the world order..

Advertisements

When it Snows…

It is indeed most pleasant when it starts to snow. When you try to grasp the snowflakes with your hands, and then realize that they will just melt away as soon as they reach your hand. Or when you try to open your mouth wide, hoping to taste these beautiful snowflakes, and pretending to munch on them as if they are some sort of ‘ais kacang’ that you miss from home so much.

When it snows, it just lifts the spirit up; If you’re feeling gloomy, all of a sudden you feel like you want to just smile and be cheerful all day long 🙂
Sometimes you feel like dancing in the snow, and make snow angels, and just have fun in the snow..!

Our first experience of snow in first yr, a few years back.

Alhamdulillah, isn’t Allah Great? He has bestowed upon us many blessings and many ‘nikmat’s indeed. He has shown us how beautiful the earth can be when flakes of tiny drops of snow begin to fall from the sky, showering us as we walk on the path. He has made our spirits lift up, in delight just by looking at this magnificent view. Surely, there must be something to learn and gain from all of His creation, including the snow?

Let’s look at our book of guidance, the Quran :

“We have not created the heavens and the earth and all that is between them as a play and game for Us. “[Quran 21:16]

Everything is present in the world for a purpose, even the snow. It may well be for us to appreciate His creation even more, so that we will be closer to Him. Being a Muslim, even the littlest, tiniest thing that we observe, especially from the nature around us, should bring us back to Allah, our Creator, the Creator of the heavens and the earth.

It should remind us about His greatness, His Mercy upon us, that He has created everything for US so perfectly. Yes, everything- the sun, the flowers, the cute pets we have, the oxygen, the list goes on (too many to list down-in fact, it is IMPOSSIBLE to list all the things that He has given us!)-they are all there designed specifically for us, whom He loves so so much.

“It is He Who hath created for you all things that are on earth; Moreover His design comprehended the heavens, for He gave order and perfection to the seven firmaments; and of all things He hath perfect knowledge.” [Surah Baqarah 2:29]

He even decorated the sky with stars for us to enjoy looking at it!

“And We have, indeed, made mansions of stars in the heaven and have adorned it for beholders.” : [Al-Hijr:16]

 

Let us take some time, to reflect and think, have we reciprocate our love to our Creator? Have we found the time in between our ‘busy’ lives to be thankful to Him for all the things He has given us? Have we showed signs of appreciation by bowing our heads and prostrating to Him, alone, in the middle of the night, when everyone else is fast asleep?

It is for us to think and now, to act accordingly. With the new year of Islam (Maal Hijrah), let us make our new year resolutions to become  a better ‘Abd to Him, a better Muslim as a whole, and a better ukht to our beloved sisters insyaAllah. And May He grant us the strength to be istiqamah in this path insyaAllah..

aku dia dan kamu…

Sebiru Hari Ini

Album : Sepotong Episode
Munsyid : Edcoustic

Sebiru hari ini, birunya bagai langit terang benderang
Sebiru hati kita, bersama di sini

Seindah hari ini, indahnya bak permadani taman surga
Seindah hati kita, walau kita kan terpisah

Bukankah hati kita telah lama menyatu
Dalam tali kisah persahabatan ilahi
Pegang erat tangan kita terakhir kalinya
Hapus air mata meski kita kan terpisah
Selamat jalan teman
Tetaplah berjuang
Semoga kita bertemu kembali
Kenang masa indah kita
Sebiru hari ini

Seindah hari ini, indahnya bak permadani taman surga
Seindah hati kita, walau kita kan terpisah

Seindah hari ini, indahnya bak permadani taman surga
Seindah hati kita, walau kita kan terpisah

link ke blog muntalaq di klik.. sepantas itu juga teringat lagu sebiru hari ini ..kenangan di kibar terbayang bayang menggamit rindu pada usrahmate ku..huhu… saat itu telah berlalu..saat itu tak mungkin kembali..tangan yg tergenggam kemas tika itu telah terlerai..air mata yg mengalir tika itu telah kering.. hanya satu yg masih kemas ikatannya, hanya satu yg sentiasa segar, UKHUWAH kita.. Betapa diri ini merindui saat itu..aku dd dan wan…(sorry, xde wanfarah time kibar tu..huhu) sekelip mata segalanya berubah, peranan masing2 pun berubah..Ya, aku perlu menerima perubahan ini, berubah kearah yg lebih baik, berubah utk lebih serius di jalan ini.. itu pun masih kita lakukan bersama-sama kan heartsandhug mates? cuma perlukan sedikit masa utk sesuaikan diri dgn semua ini..hehe.. tiba2 lak sentimental malam ni… apa2 pun, aku bersyukur dgn nikmat ukhuwah yang Allah anugerah kan dalam hati-hati kita ini.. moga berkekalan hingga ke syurga..

mari refleksi niat kita

Syadad Ibnu’l-Hadi pernah berkata: “Dahulu ada seorang laki-laki Badui datang menghadap Rasulullah Sallallahu ‘alaihi Wasallam lalu menyatakan bahawa dia beriman dan mengikuti Rasulullah Sallallahu ‘alaihi Wasallam.

Kemudian ia berkata: “Saya ingin hijrah bersama-sama dengan Rasulullah”

Maka Rasulullah Sallallahu ‘alaihi Wasallam menasihatkan kepada beberapa orang sahabat, supaya memelihara orang itu.

Kemudian tibalah sa’atnya Rasulullah Sallallahu ‘alaihi Wasallam berangkat ke Perang Khaibar. Di sana beliau berhasil menang dan memperoleh banyak harta rampasan perang. Beliau lalu membagi harta itu. Beliau sendiri, dan orang Badui itu sama turut dapat bahagian.

Lalu orang Badui itu berkata: “Bukanlah untuk memperoleh harta ini aku mengikuti Rasulullah! Aku mengikuti Rasulullah kerana ingin kena lempar di sini dengan ini (sambil menunjuk ke lehemya dan ke anak panah) , agar supaya aku mati dan lalu masuk syurga.”

Mendengar kata-katanya itu, RasuluLlah Sallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda: “Jika anda berkata benar, kerana Allah, tentu Allah akan membenarkan kata-katamu itu.”

Kemudian mereka tegak kembali, untuk melanjutkan pertempuran. Akhirnya orang itu dibawa ke hadapan Rasulullah Sallallahu ‘alaihi Wasallam dalam keadaan ia sudah syahid.

Rasulullah Sallallahu ‘alaihi Wasallam lalu bertanya: “Benarkah dia..? Para sahabat menjawab: “Ya benar!”

Akhirnya Rasulullah bersabda: “Dia benar-benar berjuang kerana Allah, maka Allah membenarkan kata-kata yang telah diucapkannya”

Wahai para da’ie! Inilah dia jalan ke syurga! Perjuangan yang terusmenerus, pekerjaan yang tak kunjung selesai! Semuanya disertai keinginan untuk termasuk golongan syuhada’!

“Dan mereka yang bejuang untuk menegakkan agama Kami, tentu akan Kami tunjuki ke jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah selalu bersama-sama dengan orang-orang yang berbuat baik.” (Surah Al-’Ankabut: Ayat 69)

 

-from Bagaimana Kita Menyeru Kepada Islam, Fathi Yakan-

summer bukan waktu ber”cuti”

I dont know what really pushed me to go to Kelantan last week but I think there was 2 things that really helped me in making the decision whether to go or not.

First, my soul was too “dry”, It has already been 3 weeks of summer holiday, yet the only “food” that I gave to my soul was only 1 day of daurah,1 ziarah, 1 week of relief mission and 1 session of usrah. Too little for such a period of time.  I knew I needed more, and the oppurtunity was right there in front of me, all I needed to do was buy a ticket to Kelantan.

The second factor that pushed me to Kelantan was how much I missed my sisters especially the “heartsandhugs” sisters 😛  Only Allah knows how happy I was to see the faces of Ema, Didi & Wan there. It has been a month since I last saw them and there was so many things to catch up.

Besides that, meeting other sisters from all over the world has really enlightened me and their spirit has motivated me to insyaAllah work harder. Somehow, they have taught me that dakwah does not need us, but it is us that needs dakwah & tarbiyyah. If i didnt go to Kelantan or any other programs, the only person who would be at lost would be myself. Allah can replace me with someone else who is willing to work for Him.

4 days in Kelantan has really taught me a lot and I am so grateful to Allah for choosing me to be there. Alhamdulillah, thank you Allah!

My dear sisters,

summer might sound like a holiday for some of us, but it is actually one of the best time to gather as much “bekalan” as possible before we go back to our respective universities. Msia is flooded with ustaz/ah, book stores and sisters that iA we could all benefit from. There are many oppurtunities and work waiting for us but  it all depends on us whether we want to grab the oppurtunity or not.

Please remind me if I forget.

Hope to hear from the others soon =)

p/s: wanfarah & kmai, rindu korg jugak..hehe

No Matter What…….

positive

Today
before you say an unkind word – Think of someone who can’t speak.

Before

you complain about the taste of your food – Think of someone
who has nothing to eat.

Before

you complain about your husband or wife – Think of someone
who’s crying out to Allah for a companion.

Today

before you complain about life – Think of someone who died
too early on this earth.

Before

you complain about your children – Think of someone who
desires children but they’re barren.

Before
you argue about your dirty house someone didn’t clean or
sweep – Think of the people who are living in the streets.

Before
whining about the distance you drive Think of someone who
walks the same distance with their feet.

And when

you are tired and complain about your job -Think of the unemployed, the disabled, and those who wish they had your job.

But
before you think of pointing the finger or condemning
another – Remember that not one of us is without imperfection.

And when
depressing thoughts seem to get you down – Put a smile on
your face and think: you’re alive and still
around.

Dakwah..is Cinta

Ya ukhti….

Dengan cinta, hati dapat dibuka. Dengan senyuman yang ikhlas dan benar, banyak perkara indah bakal tercipta. Lihatlah bagaimana Rasulullah dapat menawan banyak hati-hati yang keras membatu, hanya dengan kata-kata yang baik, tangan yang pengasih, dan doa di waktu dini hari

“Wahai Tuhanku, berilah hidayat kepada kaumku, kerana mereka itu tidak tahu.”
“Barang siapa memandang kepada saudaranya dengan pandangan cinta dan kasih sayang, Allah swt mengampuni dosanya.”


Sesungguhnya, kita menyeru bangsa kita dengan penuh kasih sayang dan rasa cinta. Sesungguhnya kita mencintai bangsa-bangsa yang Islam di segala tempat.

Dakwah itu cinta, dan tidak ada dakwah tanpa cinta. Hati itu sumber nur dan kebaikan. Kemudian urusan itu berkembang lebih jauh lagi, dari ke arah berlapang dada kemudian kepada al-ithar (mengutamakan saudaranya).

Sebenarnya, banyak hati-hati manusia yang tersorok, yang terasing, dan dilupakan. Apabila Allah menghendaki mendapat hembusan seruan dakwah, sentuhan dari tangan yang lembut dan pandangan yang redup, die mudah menguntum dan mekar laksana sekuntum bunga yang sedang mekar, lantas jiwa-jiwa itu akan mengadap laksana mengadapnya siang hari dan perasaan itu mengalir laksana mengalirnya sungai-sungai. Lahirnya fitrah kemanusiaan menurut hakikatnya yang Rabbani, yang memancarkan cahaya dengan petunjuk Al-Haq lalu bangkit membina dan membangun.

Serulah manusia ke jalan Tuhanmu dengan kemuliaan yang telah dikurniakan Allah kepadamu.
Hampirilah hati-hati manusia sehingga menguntum bunga-bunga, sehingga bangun jiwanya, berkobar-kobar semangatnya dan menyala-nyala cita-citanya, supaya mereka menjadi bekalan dan sahabat kita yang setia di dalam dakwah yang mulia ini.

adapted from:

-buku Dakwah dan Cinta ke jalan Allah-(Abbas As sisi)

sneak preview saja ni, untuk full version, sila2 la mencari buku ini ye..

Wahai Ayah, Wahai Ibu

Artikel ini diambil dari blog Kak Nurul=)

“Kak, macam mana saya nak minta maaf dari mak ayah, kalau saya tak pernah di ajar untuk meminta maaf?”

“Macam mana saya nak bercakap baik-baik tanpa kemarahan, kalau sejak dulu saya menghadapi  mak ayah yang sering meninggi suara dengan kemarahan?”

“Saya ni tak pandai nak bercakap, saya tak pandai nak meluah perasaan pada mak ayah dengan baik.. Kalau bercakap, saya akan bercakap kasar.”

“Bila saya dah tahu berdosa meninggikan suara, saya berusaha diam. Tapi kalau diam pula, saya dikata melawan dan memberontak dalam hati..” lirih suara ukhti itu mengadu. Airmata bergenang. Satu demi satu nasihat diberi kepadanya – untuk memperbaiki semula hubungan dan berbuat baik pada orang tua.

Namun, dia terasa amat berat dan tidak tahu bagaimana untuk memulakannya. Berbuat baik dan meminta maaf menjadi satu ketakutan bagi dirinya. Terhimpit dengan pengalaman lalu, jiwa menderita bila suara hati seorang anak tidak diluah dengan baik. Merasa ayah bonda tidak pernah menerima bila pandangan yang berbeza cuba disampaikan.

Dirasakan oleh ukhti itu ibu ayahnya tak memahami jiwanya yang mengharap pengertian tulus dari ibu bapa. Nak diluah tak pandai, disimpan didiamkan – memakan hati setiap hari hingga syaitan pun ketawa ria dengan renggangnya hubungan sesama keluarga.

Luah emaknya pula, “Anak makcik tu tak fikir perasaan mak ayah dia. Kalau dia tak setuju dengan apa yang makcik buat, kenapa tak bagitahu. Kenapa didiamkan sahaja, mengiyakan saja kata-kata makcik dan pakcik?”

Bila mendengar hati luahan kedua-dua belah pihak, minda ku cuba mencerna apakah punca sebenarnya konflik yang menduga mereka… Anakkah, atau ibubapakah yang bersalah??

Pengalaman hidupku yang singkat memberi jawapan – communication breakdown sejak sekian lama menjadi salah satu sumber utama sengketa. Ibubapa dan si anak punya harapan, impian dan ujian hidup yang ingin mereka kongsikan dengan penuh pengertian dan kasih sayang.

Namun semua itu beku di hati, tak terluah dan tak tersampaikan. Yang terpamer hanya kemarahan, bangkangan dan pertentangan. Hingga akhirnya menjadi sembilu yang menghiris ruang hati paling dalam..

Adikku, diri ini cuba mengerti luahan hatimu yang terbuku dengan insan bernama ayah ibu. Diri ini cuba memahami tekananmu menghadapi hari-hari yang sering melihat pertengkaran ayah dan ibu.

Dalam masa yang sama, cuba jua hati ini merasai perasaan insan bernama ayah dan ibu. Fitrah mereka menyayangi dan mempeduli anak-anak yang dikurniakan.. bukan menyayangi, tapi sangat-sangat menyayangi. Di dasar hati mereka menginginkan kesenangan dan kesejahteraan anak.

Tidaklah kesalahan dan kelalaian mereka mengurusi jiwa dan peribadi anak disengajakan, namun ada sebab yang membenarkan persengketaan ini berlaku.

Mungkin kerana tekanan. Atau kejahilan.

Konflik, perselisihan dan pergaduhan yang kita saksikan di jendela keluarga bukan didatangkan tuhan tanpa kebaikan. Kesedihan, kekesalan dan kepahitan yang telah kita tempuh sedari dulu sarat pengajaran dan kemanisan.

Pengajaran dan kemanisan yang bagaimana ..?

Adikku, bukankah dari pertelingkahan keluarga dan keserabutan keluarga telah menunjuk jalan untuk kita menghampiri tuhan? Bukankah kekecewaan perpecahan itu menghadiahkan kita sebuah kematangan?

Ujian berat itu ALLAH kurniakan sebagai bahan belajar buat kita. Kata-kata negatif ibubapa dan ahli keluarga telah menjadi senjata yang memisah-misahkan. Lantas, kisah sedih itu mendorong kita mendalami medan komunikasi dan pertuturan. Kerana tidak mahu kesilapan menyampaikan dan kesalahan perbicaraan mematikan kegembiraan anak kita di masa depan. Sama ada anak kandung, atau anak didik atau sesiapa pun yang kita kongsikan pengalaman.

Mak ayah menghamburkan perkataan yang mengguris perasaan, mungkin kerana tertekan meniti kehidupan. Tekanan wang ringgit, tekanan pekerjaan, tekanan membesarkan anak-anak  dan mungkin tertekan kerana jauh dari pedoman tuhan.

Lantas, kita belajar dan tekadkan di hati, diri-diri kita harus kuat menempuh dugaan. Agar kelak anak-anak didik kita tidak menjadi tempat menghambur kerunsingan, tidak terguris hatinya hanya kerana kegagalan kita mengawal perasaan.

Adikku sayang, telah kita belajar di medan ilmu bahawa betapa tingginya tempat ibu dan ayah di sisi tuhan.. lihatlah ayah ibu kita dengan rasa kasing sayang penuh kemuliaan.

Satu ketika, diri kita pernah bahagia dan damai di pelukan ayah dan ibu. Kecomelan dan ketenangan wajah kita suatu waktu memberi kegembiraan di sudut hati mereka. Bolehkah kebahagiaan itu kita kembalikan?

Kita tertekan, lalu tanpa disedari, perasaan ayah ibu kita lukakan.

Adikku sayang, kita tidak mampu kembali ke masa lalu. Hari ini sahaja yang ada untuk kita membuat pilihan.. Kita memilih untuk memperbaiki keadaan. Kita memilih untuk memaafkan dan melupakan kesalahan.

Ibu ayah juga melakukan kesilapan, mereka juga sedar dan ingin bangkit membetulkan kesalahan. Lalu kitalah yang membangkitkan harapan pada mak dan ayah.

Mohon keampunan agar urusan diberi jalan keluar olehNYA. Agar ALLAH menyatukan hati kita dan ayahbonda. Agar ALLAH menjauhkan kita dari menjadi permainan syaitan durjana.

Manisnya,… betapa manisnya bila kesusahan birrul walidain ini kita redahi kerana meyakini janji tuhan. Manisnya terasa mengingatkan ALLAHbersama-sama orang yang bertaqwa dan melakukan perbaikan.

Perjalanan berbuat baik dan membetulkan kesilapan bukan sehari dua, bukan seminggu dua..mungkin berbulan, mungkin bertahun, namun inilah langkah pertama.

My Psychiatric Patients

Being in the psychiatry block for the last 6 weeks has indeed open my eyes.

I’ve seen patients who have attempted suicide; other patients who could hear unusual voices and see unusual things; a sweet, elderly woman who was emotionally abused by her own family and started to have delusional ideas that she was going to be sent to prison; even a Polish guy who was in delirium due to alcohol withdrawal and started causing trouble in the neighbourhood. Oh, and a guy with Asperger’s syndrome, who is currently diagnosed with paranoid schizophrenia– his whole life story could do a novel if I were to write them myself!

HunterWhat’s on your mind?

This has all made me wonder and reflect back on the meaning of life. What do these people see in their life? Take one example, the man who attempted suicide but failed, how easy was it for him to make the decision that he wanted to end his life? What about his family and loved ones, did they come across his mind when he decided to do that? Did he not know that his soul and his body is a gift from god, an ‘amanah’, a responsibility that he was supposed to take very good care of, and that one day he will be questioned about this in the afterlife?

I guess not. I guess these things didn’t even cross his mind at that moment. The only thing he ever wanted to do at that time was to get away, to run away from his problems. To be free from any debts, any issues that were surrounding him, to try to find a way out. That is, how a person without any faith in God would think like.

We ourselves sometimes take for granted that we were given life as Muslims, who have strong faith and iman. Faith and Islam; they are what guide us, they are the tool we weigh our decisions with, and they are the light that shine our life like a torch and bring us to the right path.

O you who believe! If you obey and fear Allah, He will grant you furqan [(a criterion to judge between right and wrong), or (Makhraj, i.e. a way for you to get out from every difficulty)], and will expiate for you your sins, and forgive you; and Allah is the Owner of the Great Bounty. [8:29]

With faith in our hearts, there is no way we will ever be making any stupid decisions (sorry for the language), like attempting suicide or even any deliberate self harm. Life and death is not our decision to make. Our body,our lives and our souls are so so so precious, and it is not even ours in the first place. We are Allah’s creation, and we belong to him. This soul, this body is not my own, I am only borrowing it from God, and one day, when the time comes, I will need to return it to God. That is what I believe.

I hope that one day, all of the patients I have seen will be granted with His light and His hidayah, so that they too can see life in a different perspective. May Allah grant all of us His mercy always, and guide us to the right path, towards Him, insyaAllah…

p/s: thank u everyone for the birthday wishes by the way 😉 muchas gracias~