All posts by alfarhu

No days without it:)

 

Surat Thoha ayat 8 : merupakan berita tentang adanya Al Asmaul Husna.

“Dialah Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia. Dia mempunyai Al Asmaul Husna (Nama-nama yang bagus).

 

 

 

Surat Hasyr ayat 24 : berita bahwa apa saja yang di langit dan di bumi membaca tasbih

“Dialah Allah yang menciptakan, yang mengadakan, yang membentuk rupa, yang mempunyai Nama-Nama yang paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi”

 

 

Surat Al Isro’ ayat 110 : penjelasan kepada manusia bahwa bila berdoa, Allah SWT mempunyai Al Asmaul Husna.

“Katakanlah : Serulah Allah atau serulah Ar Rokhman dengan nama yang mana saja kamu seru. Dia mempunyai Al Asmaul Husna.”

 

Surat Al A’rof ayat 180 : Perintah untuk membaca Al Asmaul Husna

Hanya milik Allah Asmaul Husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan “.

 

 

 

 

Rujukan: http://st305834.sitekno.com/article/46426/dalil-al-asmaul-husna-menurut-al-quran.html

Advertisements

5 tools to face life

[(disalin dari) Rujukan: (Buku) Merindukan Jalan Dakwah oleh Umar Hidayat.]

———————————

Merindukan jalan dakwah menumbuhkan kreativitas dan kiat menghadapi masalah dalam kehidupan. Setidaknya ada 5 hal yang perlu dilakukan:

  1. Kita harus siap
  2. Kita harus ridha
  3. Kita jangan mempersulit diri
  4. Kita harus mengevaluasi diri
  5. Kita harus menjadikan hanya Allah-lah satu-satunya penolong

 

 

 

Kita harus siap:

Dalam hidup ini kita harus selalu siap menerima kenyataan, baik yang sesuai dengan harapan kita atau tidak. Dalam kehidupan ini, kita memang diharuskan untuk memiliki harapan, cita2, rencana yang benar dan wajar. Bahkan, kita sangat dianjurkan untuk gigih berikhtiar mencapai apa pun yang terbaik bagi dunia dan akhirat, semaksimal kemampuan yang Allah berikan kepada kita.

Namun bersamaan dgn itu, kita pun harus sadar bahawa kita hanyalah makhluk yang memiliki banyak keterbatasan utk mengetahui segala hal yg tidak terjangkau oleh daya nalar dan kemampuan kita. Ketahuilah kita punya rencana, Allah pun punya rencana, dan yang pasti terjadi adalah apa yg menjadi rencana Allah.

 

Kita harus ridha:

Setelah siap menghadapi berbagai kenyataan yg terjadi, baik yg sesuai mahupun yg tidak sesuai dgn harapan, maka selanjutnya kita harus ridha dengan kenyataan yg terjadi itu. Mengapa demikian? Kerana walaupun dongkol, uring-uringan, ataupun kecewa berat tetap sahaja kenyataan sudah terjadi. Jadi ridha tidak ridha kejadian tetap sudah terjadi, maka lebih baik kita ridha.

Ridha terhadap sesuatu kejadian bukan bererti pasrah total sehingga tidak bertindak apa pun. Kalau ada yg berpandangan demikian, itu adalah pengertian keliru. Ridha itu hanya amalan hati kita menerima apa yg ada sesuai dgn apa yg Allah berikan. Kondisi hati yg ridha sangat membantu menjadikan proses ikhtiar menjadi positif, optimal dan bermutu.

 

Kita jangan mempersulit diri:

Saudaraku, andaikata mau jujur, sesungguhnya kita ini paling hobi mengarang, mendramatisasi dan mempersulit diri. Sebahagian besar penderitaan kita adalah hasil dramatisasi dan pikiran sendiri. Selain tidak pada tempatnya, juga pasti akn membuat masalah menjadi besar, lebih seram, lebih dahsyat, lebih pahit, lebih gawat, lebih pilu daripada kenyataan aslinya, dan tentu ujungnya akan terasa jauh lebih nelangsa, lebih repot dalam menghadapinya atau menyelesaikannya.

Maka dalam menghadapi persoalan apapun, jgn hanyut dan tenggelam dalam pikiran yg salah. Kita harus tenang menguasai diri, serta renungkanlah janji dan jaminan pertolongan Allah. Bukankah kita sudah sering melalui masa2 yg sangat sulit dan ternyata bisa lolos pada akhirnya, tidak segawat yg kita perkirakan sebelumnya.

 

Kita harus mengevaluasi diri:

Ketahuilah hidup ini bagai gaung di pergunungan. Apa yg kita bunyikan suara itu pulalah yg akan kembali pd kita. Ertinya segala hal yg  terjadi pada kita bisa jadi adalah buah dari apa yg telah kita lakukan, baik disadari mahupun yg tidak disadari.

Allah swt Maha Peka terhadap segala yg kita lakukan. Dengan keadilannya, siapapun yg berbuat kebaikan sekecil apapun dan setersembunyi apa pn, nescaya Allah akan membalas berlipat ganda dengan aneka bentuk yg terbaik menurutNya. Begitu pun sebaliknya, kezaliman sehalus apapun yg kita lakukan yg tampaknya spt menzalimi org lain, padahal sesungguhnya kita sedang menzalimi diri sendiri dan sedang mengundang bencana balasan Allah yg pasti lebih getir dan lebih gawat, naudzubillah.

 

Kita harus menjadikn hanya Allah-lah satu2nya penolong:

Andaikata kita sadar dan meyakini bahawa bekal kita sangat kokoh untuk mengarungi hidup ini, maka kita tidak gentar menghadapi persoalan apa pun. Kerana sesungguhnya yg paling mengetahui struktur masalah kita adalah Allah swt, berikut segala jalan keluar terbaik menurut pengetahuanNya yg Maha Sempurna.

Dan Allah berjanji akan menuntun memberi jalan keluar dari segala masalah, sepelik dan seberat apapun kerana bg Allah tiada yg rumit dan pelik kerana semuanya serba mudah dalam genggaman kekuasaanNya.

Jadi apa yg harus ditakutkn?Jangan takut menghadapi masalah, tp takotlah tidak mendapat pertolongan Allah dalam menghadapinya. Tanpa pertolongnNya, kita akan terus berkelana dalam kesusahan, persoalan yg berujung pd persoalan baru, tanpa nilai tambah bg dunia akhirat kita, benar2 kerugian yg nyata.

Rasulullah saw bersabda: ‘Sekiranya kalian benar2 bertawakal kpd Allah dgn tawakal yg sebenar2nya, sungguh kalian akan diberi rezeki , sebagaimana seekor burung diberi rezeki; ia pergi di pg hari dalam keadaan lapar dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang.’ (HR Ahmad, Turmidzi dan Ibn Majah)

 

————————

Sebaik-baik hari di dunia

(disalin dari) Rujukan: http://www.zaharuddin.net

Bulan Zulhijjah, khususnya sepuluh hari awalnya adalah merupakan peluang kedua selepas Ramadhan untuk umat Islam mendapatkan gandaan keredhaan, keampunan dan pahala amalan.

Disebutkan oleh Nabi SAW :
“Sebaik-baik hari di dunia adalah sepuluh hari itu” (Riwayat al-Bazzar ; Albani : Sohih).

Allah SWT pula berfirman :
“Demi Fajar dan hari-hari yang sepuluh” ( Al-Fajr : 1).
Majoriti ulama menyatakan hari sepuluh itu merujuk kepada hari pertama hingga sepuluh Zulhijjah dan bukannya sepuluh terakhir Ramadhan. (Zad Al-Ma’ad, Ibn Qayyim).

Ia juga disebut oleh Nabi SAW dalam hadith lain :
“Tiada hari-hari yang lebih disukai oleh Allah SWT untuk hambanya memperbanyakkan amalan dari sepuluh hari ini” (Riwayat Al-Bukhari).

 

AMALAN-AMALAN UTAMA
Manakala amalan-amalan yang digalakkan sepanjang sepuluh awal Zulhijjah yang amat besar pahalanya ini antaranya:-

a)Zikir: Iaitu dengan memperbanyakkan zikir Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha Illa Allah dan Allahu Akbar.
Ia bersumber dari hadith riwayat At-Tabrani yang diakui sohih oleh Imam Al-Munziri. Allah SWT juga menyebut ertinya : “Supaya mereka menyaksikan berbagai perkara yang mendatangkan faedah kepada mereka serta memperingati dan menyebut nama Allah, pada hari-hari yang tertentu..” (Al-Hajj : 28).
Ibn Abbas r.a mentafsirkan erti ‘hari-hari tertentu’ adalah sepuluh hari Zulhijjah ini dan inilah pendapat majoriti ulama jua.

b)Berpuasa: Amat digalakkan berpuasa pada satu hingga sembilan Zulhijjah bagi orang yang tidak menunaikan Haji. Hari Arafah (9 Zulhijjah ) pula adalah hari yang terbaik untuk berpuasa.
Nabi SAW bersabda tentang kelebihan hari Arafah :
“Tiada hari yang lebih banyak Allah membebaskan hambanya lebih dari hari Arafah” (Riwayat Muslim).
Nabi SAW juga bila ditanya tentang kelebihan berpuasa pada hari Arafah ini menjawab, ia menghapuskan dosa yang lalu dan tahun kemudiannya.

c)Melakukan lain-lain amalan seperti bersedeqah, membaca Al-Quran, solat sunat dan lain-lain. Ia semuanya termasuk di dalam umum hadith yang menunjukkan ianya amat disukai oleh Allah SWT.

d)Menjauhi maksiat dan masa terbaik untuk memulakan tawbat bagi sesiapa yang masih berfikir-fikir dan menangguhnya. Amat biadap jika umat Islam bersukaria dengan melampaui batas haram di hari yang amat agung di sisi Allah SWT ini.
Bertawbatlah dengan sebenar-benar tawbat dan sedarilah bahawa hidup ini sementara dan seluruh keseronokannya adalah tipu daya semata-mata.

e)Bertakbir: Ibn Abi Shaibah menyebut bahawa `Ali KW menunjukkan bahawa permulaan takbir bermula sejurus selepas solat Subuh hari Arafah sehingga hujung waktu ‘Asar hari ketiga Tashriq.

f) Berkorban: Allah SWT berfirman : ertinya : “dan berdoalah dan berkorban”. Allah SWT juga menyebut :

Ertinya : “Sesiapa yang membesarkan syiar Allah (berkorban) malah ia adalah dari tanda ketaqwaan hati” (Al-Hajj : 32)
Sebuah hadis menyebut :

Ertinya : “Tiadalah amalan anak Adam yang lebih disukai oleh Allah SWT pada hari kurban kecuali berkorban ( dengan menyembelih binatang)” ( Riwayat At-Tirmidzi, Abu Daud ; Gharib, namun terdapat rawi yang dipertikaikan )

 

‘Pandang belakang’ untuk ‘Pelangi’?

Bismillahirrahmanirrahim..

 

Pengajaran hari ini

Tentang ‘pelangi’

Sesungguhnya ini bukan puisi

Hanyalah rantaian kata-kata

Untuk perasaan ini

 

Takdir Allah

Telah tertulis sebelum kita lahir ke dunia

Takdir Allah itu

Lebih diingati hanya bila mana ia menyebabkan ‘Hujan’

Jika takdir itu sentiasa cerah ia jarang dibincangkan

Paling tidak pun sekejap

Benarkah?

Ini hanya pandanganku yang kerdil

 

 

Bila ‘Hujan’

Kesan ‘banjir’ sangat hebat

Seolah-olah dunia akan kiamat

Seolah-olah tiada lagi ESOK

Tika itu … ‘Pelangi’ tidak kelihatan di mata hati itu

Walaupun ia sentiasa di situ

Terlindung oleh awankah??

 

 

Manusia selalu ‘buta’

Sering ‘buta’ …sentiasa ‘buta’

Hanya nampak apa yang ia mahu

Hanya nampak apa yang ia impikan

Yang ia rasa itulah untuknya

Ia lupa pengetahuannya hanya takat itu

Lalu ‘buta’ terhadap hubungan antara peristiwa

Tak nampak ‘pelangi’ itu

 

Sedangkan Allah sentiasa memberi ‘pelangi’

dalam setiap ‘hujan’ itu

Tapi ia ‘buta’!!

 

Wahai hati..

Yakinlah..setiap ‘hujan’ itu ada ‘pelangi’

Tidak perlu tunggu untuk ‘pandang belakang’ untuk cari ‘pelangi’ ..

Yakinlah sentiasa..

Allah itu Maha Mengetahui, Maha Pemurah …

 

 

Walaupun sukar untuk menempuh ‘hujan’ itu

Kerana tak nampak ‘pelangi’ itu

Namun, teruslah bersabar keranaNya

Yakin padaNya

PELANGI ITU SENTIASA ADA

CUMA KITA YG TAK NAMPAK!!

 

🙂

wallahu a’lam..

yang sedang belajar untuk bersabar walaupun hikmah ujian itu belum Allah perlihatkan..

 

 

 

 

 

 

 

Ketenangan tidak datang bergolek

Bismillahirrahmanirrahim…

 

Alhamdulillah terima kasih Allah…sekali lagi Engkau mentarbiyahku tentang kehidupan..

Astaghfirullah..ya Allah..ampunkanlah segala dosa2 ku..

 

 

Ketenangan itu rupanya tidak datang bergolek..

Malah perlu dicari dan diusahakan…

Lalu di manakah ketenangan itu?? Bagaimana memperolehnya??

 

Menurut murabbiku, cara mencari ketenangan jiwa adalah melalui 5 M:

1) Mu ‘ahadah : sentiasa memperbaharui dan mengingatkan diri kita tentang janji kita dengan Allah…setiap kali solat kita akan membacakan ayat ini ‘kepada Engkau kami sembah, dan kepada Engkau kami memohon pertolongan’.. dengan cara ini kita akan sentiasa ingat bahawa kita mempunyai Allah yang kita sudah berjanji padaNya bahawa kita akan sentiasa meminta kepadaNya…

 

2) Muraqabah: iaitu sentiasa merasakan bahawa Allah sentiasa bersama dengan kita ketika susah mahupun senang..bersangka baiklah terhadap Allah…bahawa setiap yang Dia aturkan adalah yang terbaik buat kita..

 

3) Muhasabah: iaitu sentiasa merefleksi diri dan menghitung diri…kemudian bertindak memperbaiki diri..

 

4) Mu ‘aqabah: iaitu memberi ‘reward’ apabila kita berjaya mencapai sesuatu atau ‘punishment’ sekiranya kita melakukan sesuatu kesalahan..supaya kita sentiasa istiqamah memperbaiki diri..

 

5) Mujahadah: berusaha bersungguh-sungguh! dengan penuh disiplin diri untuk melaksanakan 4 perkara di atas..

 

Dan tentunya, jangan putus-putus berdoa padaNya!…

 

 

Jadi, setiap kali kita diuji olehNya, mana satu pilihan kita? Adakah kita ingin menjadi seperti BESI (yang semakin mencair apabila semakin panas i.e semakin lemah apabila ujian semakin kuat), atau seperti KAYU yang rapuh (yang patah apabila diketuk kuat i.e tak tahan ujian langsung) atau seperti bola PING-PONG (yang semakin tinggi lantunannya apabila semakin kuat pukulan ke atasnya i.e semakin kuat dengan bertambah beratnya ujian)…

 

Ya Allah…aku ingin jadi lebih kuat dari bola PING-PONG itu ya Allah…Allahumma yassir..

Wallahu a’lam…

 

 

HE alone is sufficient!

Bismillahirrahmanirrahim..

Alhamdulillah sudah lama rasanya tidak berkongsi refleksi dan muhasabah diri di blog ini:)

Terima kasih Allah kerana mengurniakan diri ini orang-orang di sisi yang sentiasa menjadi sumber inspirasi.

Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui..

 

Kadangkala diri ini tidak tahu yang manakah pilihan yang terbaik.. segala yang mungkin terjadi atau tidak terjadi pada masa hadapan hanyalah dalam pengetahuanMu Ya Allah..

Saat ini, mungkin Engkau sedang menguji keimananku..

Sejauh mana aku menjadi hamba yang bertawakkal kepadaMu??

Sejauh mana aku menjadi hamba yang beriman dengan Qada’ dan QadarMu??

Kadangkala…pilihan itu menjadi susah dan mencabar emosi hanya kerana ia penuh dengan KEBARANGKALIAN…

KEBARANGKALIAN yang hanya berasaskan pengetahuan seorang yang bergelar HAMBA kepada Yang Maha Mengetahui..SEGALA-GALANYA!!!!

Lalu, mengapa perlu bersedih hati wahai jiwa yang bergelar ‘hamba’ kepada Yang Maha Mengetahui..??

Tidakkah engkau meyakini sesungguhnya segalanya telah tersurat menurut pengetahuanNYA?

Tidakkah engkau meyakini sesungguhnya Dia sentiasa memberikan yang TERBAIK buat hambaNya??

Astaghfirullah…

 

Ya Allah, berilah aku kekuatan untuk melaksanakan pilihan ini…kerana sesungguhnya hanya ENGKAU tempat aku berlindung…segala-gala yang lain hanyalah pinjamanMu yang bersifat SEMENTARA…yang akan datang dan pergi…mengikut PERANCANGANMU….di luar kemampuan PEMIKIRANku…

 

HASBUNALLAHA WA NI’MAL WAKEEL..

“…… Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami, dan Dia sebaik-baik pelindung.” 3:173

 

FA IZA ‘AZAMTA..FA TAWAKKAL ‘ALA ALLAH..INNALLAHA YUHIBBUL MUTAWAKKILIIN..

“….Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang2 yang bertawakkal.” 3:159

 

 

Terima kasih Allah…:)

Tokoh: Umar At Tilmisani (1904-1986M)

Latar belakang:

Nama penuh: Ustadz Umar Abdul Fattah bin Abdul Qadir Mushthafa Tilmisani

Tarikh Lahir: 4 November 1904 (Cairo, Egypt)

Tarikh Meninggal: 22 May 1986 (Cairo, Egypt)

Jawatan: Mursyidul ‘Am Ikhwanul Muslimin ke-3

Pendidikan awal: Madrasah Ilhamiyah (Fakulti Hukum)

-mewujudkan siadang peguam di Syabin Al-Qanathir dan gabung dgn Ikhwanul Muslimin

-peguam pertama yg bergabung dgn Ikhwan

-salah seorg org kuat Imam Asy-Syahid Hassan Al-Banna

-banyak menelaah pelbagai ilmu spt tafsir,hadith,fiqh,sirah dan biografi para tokoh

-pernah masuk penjara 1948,1954,1981, namun ujian itu tidak mempengaruhi dirinya, malah lebih tegas dan tegar.

Perkahwinan:

-berkahwin ketika masih di bangku sekolah menengah atas

-dikurniakan 4 org anak (Abid, Abdul Fattah & 2 perempuan)

-isterinya meninggal pada Ogos 1979

Komitmen diri:

-dikurniakan kejerhihan hati,kebersihan jiwa, kehalusan ucapan, kepetahan ungkapan yang keluar dari lisannya, lidah yg fasih dengan teknik berdebat dan dialog yg sgt tersusun.

Akhlak & Sifat:

-sgt pemalu

Antara karyanya:

-Syahidul Mihrab ‘ Umar Ibnu Al Khattab

-Al-Khuruj Minal Ma’zaqil Islamir Rahib

-Al-Islamu wal Hukumatud Diniyah

-….

sumber rujukan: http://ulumcordova.files.wordpress.com/2007/12/r1tsulasa-edisi-1.pdf

Tokoh: Muhammad Kamaluddin As Sananiri (1336-1402 H/1918-1981M)

sumber: http://abuhamzah.wordpress.com/2008/01/30/muhammad-kamaluddin-as-sananiri/

(1336-1402 H = 1918-1981M)
Daie dan mujahid
Ahli Maktab Irsyad IM


Latarbelakang beliau
Muhammad Kamaluddin bin Muhammad ‘Ali as-Sananiri telah dilahirkan di Kaherah pada 28 Jamadil Awwal 1336H bersamaan 11 Mac 1918. Beliau membesar dalam keluarga yang senang Beliau mendapat pendidikan awal di sekolah awam sehingga memperolehi sijil rendah dan menengah.Beliau tidak menyambung pelajaran ke pengajian tinggi di universiti sebaliknya memilih bekerja di sektor kerajaan.
Beliau telah menyertai kementerian kesihatan (unit membasmi malaria) pada 1353H bersamaan 1934M. Selepas 4 tahun bekerja (1938M), berhenti dan bersiap untuk ke Amerika Syarikat untuk belajar di dalam jurusan farmasi. Beliau bercadang bekerja di farmasi milik bapanya sekembalinya dari sana tetapi beliau telah membatalkan hasratnya selepas dinasihatkan oleh seorang ulama agar tidak ke Amerika Syarikat..

Penglibatan di dalam Dakwah

Ketika zaman beliau dakwah Ikhwan Muslimin menerima sambutan ramai. Beliau menyertainya pada 1360H bersamaan 1941M dan telah berjuang dengan dedikasi, ikhlas dan sedar. Beliau juga telah mendapat tarbiah dari As-Syahid Imam Hasan Al-Banna dan Sering mengulang-ulang kata-kata As-Syahid :

Ketidahfahaman rakyat pada hakikat Islam akan menjadi ujian bagi kalian. Ulama rasmi pemerintah akan menjadi musuh kepada kalian. Setiap pemerintah berusaha membatasi amal kalian dan memasang halangan di jalan yang kalian tempuh. Mereka akan meminta bantuan dari mereka-mereka yang berjiwa lemah dan berhati sakit. Sebaliknya akan berlaku kasar kepada kalian. Kerana itu kalian akan dipanjara,disiksa,diusir,rumah-rumah kalian digeledah,harta kalian dirampas, dan tuduhan keji dilontarkan pada kalian dengan harapan dpt mengurangkan wibawa kalian. Kemungkinan ujian ini akan berlangsung dgn lama. Sedarilah, saat itu kalian baru mula menapakkan kaki dijalan yang telah ditempuh oleh para mujahid…”

Semasa bersama ikhwan beliau telah diserahkan untuk melaksanakan pelbagai tugas dakwah dan organisasi.Namun kerja dakwahnya tidak menyebabkan beliau mengabaikan tanggungjawab keluarga.Bapanya meninggal dunia meninggalkan 3 saudara lelaki dan 3 saudara wanita.Beliau mengambil tanggungjawab bapa memelihara keluarganya walaupun beliau bukan anak yang sulung. Kamaludin juga turut memperjuang Mesir, Palestin, isu Arab dan Islam. Aktiviti dan tugas yang banyak telah menyebabkan beliau tidak berfikir untuk membeli rumah akibat sentiasa musafir dan bergerak. Apabila ingin berehat, beliau pergi ke rumah kakaknya untuk berehat dan makan seketika.

Tragedi 1954M / 1374H

Dasar regim kerajaan yang diktator dan enggan melaksana syariah menyebabkan berlaku pertembungan dengan Ikhwan Muslimin. Akibat pertembungan itu kerajaan telah mengumumkan pembubaran Ikhwan Muslimin dan menangkap ramai anggotanya. Tindakan ini menyebabkan demontrasi raksasa dan Kamalaluddin adalah antara salah seorang koordinator. Demontrasi ini memaksa kerajaan membebaskan tahanan dan menjanjikan pemulihan pemerintahan.

Kerajaan kemudian mengatur rancangan membasmi Ikhwan Muslimin dengan mengadakan peristiwa Mansyiyyah. Anggota Ikhwan Muslimin ditangkap semula termasuk Kamaluddin pada Oktober 1954M. Beliau telah dihukum penjara selama 20 tahun sehingga keluar pada 1394H bersamaan Januari 1973M

Kehidupan dalam penjara

Semasa proses perbicaraan mahkamah, beliau menerima siksaan yang dahsyat dalam tahanan sehingga semasa sesi pertama perbicaraan, ibunya sendiri tidak mengenalinya. Badannya kurus, rahangnya patah, percakapannya berubah. Telinga kirinya pula tuli. Siksaan dahsyat yang diterimanya menyebabkan adik iparnya (daripada isteri pertama) yang ditahan bersamanya hilang akal dan dimasukkan hospital sakit jiwa.

Semasa di penjara beliau hanya memakai baju yang kasar dan enggan memakai baju dalam yang boleh dibeli daripada penjara.Beliau enggan menerima apa jua yang dianggap kurniaan warder penjara kepada tahanan untuk memujuk mereka atau boleh disekat untuk menakutkan mereka.Beliau mahu jiwanya bebas daripada segala ikatan dunia Beliau telah mengisi jiwanya dengan zuhud dan amal soleh, melakukan qiamullail dan berpuasa di siang hari.

Pujukan keluarga

Dalam tahanan, regim menekan isteri pertama dan ibunya untuk memujuk untuk menulis sokongan kpd Abdul Nasir. Bersama linangan air mata ibunya yang berumur 70an memujuknya menulis surat rayuan. Namun dia berkata :

كيف يكون موقفي بين يدي الله إذا أرسلت هذه الرسالة ثم مت، هل ترضين يا أمي أن أموت على الشرك؟
Bagaimana keadaan saya ketika berdiri di hadapan Allah jika saya mengutus surat ini kemudian saya mati. Adakah kamu rela wahai ibu, saya mati dalam keadaan syirik?”

Kamaluddin memberi pilihan kepada isterinya untuk kekal sebagai isteri atau untuk dicerai dan isterinya memilih untuk kekal sebagai isteri. Namun beliau terpaksa mencerai isterinya itu setelah keluarga isterinya mendesak hasil tekanan regim pemerintah.

Perkahwinan dalam penjara

Selepas lima tahun penjara, Kamaluddin telah dimasukkan ke hospital penjara. Beliau bertemu Syed Qutb yang menerima rawatan di situ dan meminang Aminah daripada Syed Qutb. Aminah menyetujui lamaran tersebut sekalipun tempoh untuk kahwin mungkin berlarutan 15 hingga 20 tahun. Diakad nikah dengan Aminah Qutb semasa dalam penjara.Kerana kasihankan isterinya, Kamaluddin meminta pandangan isterinya sama ada mahu meneruskan tali perkahwinan atau tidak.

Beliau tidak mendapat jawapan sehinggalah datang surat daripada isterinya:

Saya memilih harapan yang saya tunggu-tunggu; jalan jihad dan syurga, keteguhan dan pengorbanan, tegar dengan janji yang kita ikrarkan dengan aqidah yang kukuh dan keyakinan tanpa ragu-ragu atau menyesal”.

Mereka hanya disatukan hanya selepas keluar daripada penjara dan tidak memperolehi cahaya mata.

Selepas dibebaskan

Selepas dibebaskan, beliau kembali aktif dalam dakwahnya. Penderitaan panjang yang dialaminya tidak menyebabkannya berehat dan luntur. Bahkan beliau bagaikan permata yang digilap. Bertambah memancar kilauannya.. Peranannya yang paling menonjol ialah dalam jihad Afghanistan.

Beliau menghabiskan masa dan tenaganya membantu mujahidin Afghanistan, mendamai dan menyelesaikan perselisihan antara pimpinan mereka.Mujahidin Afghanistan mengetahui keikhlasan dan keprihatinannya terhadap kesatuan saf.
Mereka mematuhi dan menghormatinya. Mereka hampir-hampir tidak membantahnya semasa beliau bersama mereka.

Penangkapan dan pembunuhan

Sekembali dari Afghanistan, beliau ditangkap bersama anggota gerakan Islam dan pimpinan nasionalis Mesir yang lain. Pada Zulkaedah 1401H bersamaan September 1981, Presiden Sadat telah mengeluar “arahan berjaga-jaga” ke atas para pembangkangnya. Mereka disumbatkan ke pusat-pusat tahanan selepas bangkangan hebat terhadap perdamaian dengan Yahudi.

Kamaluddin disiksa teruk untuk mendapat maklumat tentang organisasi antarabangsa Ikhwan Muslimin dan peranannya di Afghanistan dalam umur melebihi 60 tahun. Akibat dari siksaan tersebut beliau menghembuskan nafas terakhir pada 10 Muharram 1402H bersamaan 8 November 1981M. Warder penjara mewarwarkan bahawa beliau membunuh diri. Tetapi tiada yang dapat menerima tuduhan tersebut walau kanak-kanak kecil. Bagaiman lelaki yang telah tetap teguh selama 20 tahun bersama keimanan dan perjuangannya, tiba-tiba hilang pertimbangan hanya kerana ditangkap seketika sehingga boleh bertindak sedemikian rupa?.

 

Sumber tambahan lain utk rujukan:

1) http://www.dakwatuna.com/2011/11/16699/dai-dan-mujahid-muhammad-kamal-as-sananiri-bagian-ke-1/

2) http://www.dakwatuna.com/2011/11/16703/dai-dan-mujahid-muhammad-kamal-as-sananiri-bagian-ke-2-selesai/

Inspiring Lady: Najla Mahmud

copied from: http://tinta-perjalananku.blogspot.co.uk/2012/05/wawancara-isteri-bakal-presiden.html

****

Semakin besar harapan Dr. Muhammad Mursi untuk meraih kemenangan dalam pilihanraya presiden pertama  secara bebas di Mesir, semakin ramai orang yang berminat untuk mengetahui tentang isteri beliau di mana beliau dalam sebuah wawancara di salah sebuah stesen televisyen menyebut bahwa isterinya banyak memberi pengaruh terhadap prestasi  besar yang diraih dalam kehidupannya dan sangat berperanan baginya untuk mewujudkan berbagai kejayaan sehingga mendapatkan sokongan rakyat bagi dicalonkan untuk menjadi presiden Mesir.
Nama isteri beliau adalah Najla Mahmud. Dilahirkan pada tahun 1962 di desa Ain Syams, timur Kaherah. Setelah berkahwin, dia ikut suaminya tinggal di Amerika Syarikat ketika suaminya hendak menyelesaikan program doktor falsafahnya di sana. Kini keduanya menetap di Kaherah.
Berikut adalah wawancaranya dengan media Ikhwanonline.net
Dr. Mursi menyatakan dalam beberapa kali wawancara bahwa anda adalah penasihat khususnya. Apakah dia minta nasihat anda sebelum dilantik menjadi calon presiden. Apa reaksi anda dan anak-anak anda ketika itu?
Tentu sahaja, sebelumnya tidak ada di antara kami yang terfikir  akan isu pencalonan presiden beliau, apalagi Jamaah Ikhwanul Muslimin dan Parti Kebebasan dan Keadilan pada mulanya menetapkan untuk tidak menaikkan sesiapapun dari mereka untuk dicalonkan sebagai presiden.
Namun keputusan berubah apabila parti dan jamaah telah mengangkat Khairat Syatir untuk maju dalam pemilihan presiden.
Kami sudah cukup gembira ketika itu, Allah telah membebaskan kami dari tanggungjawab berat tersebut sambil kami tetap akan mengerahkan segala potensi dan kekuatan untuk menjayakan program tersebut, tetapi dalam kedudukan sebagai ‘perajurit’ bukan kerana ingin ke depan.
Namun oleh kerana jamaah dan parti bekerja berdasarkan sistem dan mereka meramalkan akan berlaku permainan dan muslihat politik, maka perkara tersebut menjadi alasan untuk mengetengahkan suami saya Dr. Muhammad Mursi untuk menunaikan tugas dan projek ini jika ternyata Ir. Khairat benar-benar dilarang.
Ketika penolakan terhadap Syatir benar-benar berlaku, perkara tersebut semakin menguatkan bahwa kita bekerja bukan kerana jawatan, tetapi berjuang kerana Allah Ta’ala. Buktinya Syatir menerima keputusan penolakan terhadap dirinya dan berjuang bersungguh-sungguh untuk berkempen bagi pihak Dr. Mursi.
Apakah anda merasa tersinggung dengan julukan sebahagian orang yang mengatakan bahwa Dr. Mursi adalah ‘Tayar Ganti’?
Sama sekali tidak, kerana pemilihan tersebut bukan menunjukkan urutan keutamaan. Ertinya bahwa keduanya adalah layak, sedangkan pengganti tidak semestinya lebih lemah. Istilah ‘tayar ganti’ adalah bahasa media, sedangkan jamaah tidak memilihnya untuk menjadi ‘tayar ganti’, akan tetapi untuk menghadapi muslihat dan permainan politik.
Bagaimana keluarga menghadapi keputusan jamaah yang menetapkan Dr. Mursi sebagai calon presiden?
Meskipun tabiat manusia pada umumnya tidak menyukai ujian, tetapi kami menyambutnya dengan  cinta, ridha dan qanaah.
Kami semuanya sepakat dengan keputusan jamaah tetapi pada awalnya, ketika mereka mengajukan tawaran pencalonan presiden terhadap Dr. Mursi bersama  Ir. Khairat Syatir, kami berdua merasa sangat khuatir akan mengalami berbagai perancangan jahat maka saya katakan kepadanya, “Mengapa engkau menerima perkara tersebut berlaku pada Ir. Khairat Syatir sedangkan engkau tidak bersedia menerimanya pada dirimu?”
Hal ini bukan bererti kami tidak boleh risau, bagaimanapun kami sebagai manusia apalagi keputusan diambil dalam waktu yang sangat singkat. Kesimpulannya, kami akan sokong setiap calon dari Ikhwan, apakah dia Dr. Mursi atau Syatir atau lainnya, dengan segenap kemampuan yang kami miliki, samada berupa ucapan mahupun gerakan hingga ke akhirnya.
Apakah anda tidak khuatir akibat yang perlu anda bayar beserta keluarga dari pencalonan ini?
Kami sudah benar-benar sedari apakah risiko yang akan kami tanggung, tetapi semua itu menjadi ringan jika dibandingkan dengan apa yang akan kami berikan kerana Allah dan umat ini.
Demikianlah kami belajar dari Jamaah Ikhwan, bahwa kemaslahatan umat didahulukan dari kemaslahatan peribadi. Oleh yang demikian, kami bersedia menanggung berbagai risiko dengan kurnia Allah, ‘Siapa yang berjuang kerana Allah, akan diberikan keteguhan saat menghadapi ujian.’
Apa yang anda ketahui tentang karakteristik seorang ketua negara yang terdapat pada Dr. Mursi?
Dr. Muhammad adalah seorang ahli politik yang matang. Walaupun dalam kesibukannya, beliau sentiasa memberi perhatian terhadap berbagai perkembangan dan masukan serta analisa yang beraneka ragam. Dari hari ke hari saya melihat sifat-sifat kenegarawanannya semakin tumbuh untuk memikul jawatan sebagai Ketua Negara.
Ditambah pula dengan bakat kepimpinan dan pentadbiran dengan semangat tinggi serta kesetiaan yang besar terhadap negara dan rakyatnya.
Itu semua diraih berkat kesungguhan dan kemahuan kuat untuk meraih prestasi demi prestasi seraya memohon pertolongan kepada Allah, sabar menghadapi ujian dan pengendalian diri ketika mengalami peristiwa besar dan merenung untuk mendapatkan penyelesaian terbaik agar dapat keluar dari berbagai krisis dalam keadaan terbaik.
Dr. Mursi sering menyatakan bahwa anda merupakan prestasi terbesar yang diraihnya dalam hidup. Bagaimana komentar anda?
Ini semua merupakan kurniaan dari Allah terhadap keluarga kami yang diberikan nikmat berupa taufiq, cinta dan kasih sayang. Dr. Muhammad sebagaimana orang Mesir katakan adalah ‘orang hebat, anak dari orang-orang hebat’.
Dia selalu mengenang perjuangan saya ketika saya mengikutinya ke Amerika setahun setengah setelah perkahwinan kami di Mesir. Ketika itu dia sedang menyelesaikan program PHDnya.
Ketika itu saya mengerahkan segenap kemampuan  untuk membantunya dalam menyelesaikan tugas dan meraih prestasi terbaik. Meskipun misi tersebut sangat berat, kami tetap rajin berdakwah sebelum akhirnya kami meninggalkan berbagai tawaran Amerika yang menggiurkan untuk kemudian kami pulang ke negara kami agar dapat mempersembahkan segenap kesungguhan kepada negara kami.
Inilah yang kami utamakan. Di sini kami melalui kehidupan yang sangat berat, berupa ugutan rejim lama, kezaliman, penahanan serta berbagai ancaman lain. Namun, Allah telah memberikan kami kurniaan kesabaran, keteguhan dan kejayaan atas kemurahan dan kurniaNya.
Pelajaran apa yang diperolehi oleh keluarga Mursi dari pengalaman pilihanraya sebelumnya?
Pada pilihanraya tahun 1995 yang diselenggarakan tanpa kehadiran pengawasan dari mahkamah serta kemungkinan berlakunya berbagai penipuan, kami dapat belajar dari Dr. Mursi bahwa seseorang perlu mengerahkan segala usahanya terlebih dahulu, sedangkan hasilnya ada di sisi Allah.
Sedangkan jamaah memiliki matlamat yang sangat banyak yang ingin diwujudkan bagi umat ini. Di antaranya adalah keberadaan mereka di kerusi parlimen. Oleh kerana itu, jamaah mendorong setiap anggotanya agar mendampingi rakyat dan sentiasa berkomunikasi dengan mereka.
Yang kedua kami belajar darinya bagaimana menghormati keputusan jamaah. Ketika jamaah memintanya untuk diajukan sebagai calon pada pilihanraya tahun 2000, beliau tetap menerimanya walaupun baru sembuh dari sakit ketika itu. Beliau tidak pernah menolak permintaan Ikhwan. Ketika itu saya merasa berat, kerana saya tahu bahwa rejim lama tidak akan membiarkan keberadaannya di kerusi parlimen.
Banyak keluarga anggota parlimen yang mendapatkan kemudahan istimewa. Bagaimana keadaan keluarga Mursi ketika dia duduk di kerusi parlimen selama 5 tahun?
Selain berharap pahala dari Allah, tidak ada kemudahan yang kami dapatkan selain gangguan dan ancaman kerana dia merupakan tokoh dan anggota parlimen yang paling kehadapan. Anak saya, Ahmad, lebih dari sekali ditahan sebagai usaha ugutan terhadap bapanya agar tidak lagi mencalonkan diri pada pilihanraya berikutnya.
Begitu juga saudaranya, Usamah, sempat ditahan, dicolek pada malam hari oleh pihak unit khas dan mendapatkan perlakuan yang kasar, ketika itu beliau sedang menuju ke masjid untuk menemui saudaranya. Ini ditambah pula dengan berbagai isu lain yang dikaitkan dan sering disebarluaskan. Di antaranya isu bahwa dia melantik anak perempuannya sebagai dekan, padahal dia sendiri dalam kumpulannya yang disingkirkan. Perlantikannya berlaku semata-mata kerana sebuah peristiwa.
Serangan media akhbar sangat keras terhadap calon dari Parti Kebebasan dan Keadilan. Apakah anda tidak khuatir? Sejauh mana pengaruhnya pada keluarga anda?
Allah Azza wa Jalla sentiasa menggagalkan setiap usaha yang dikerahkan untuk mencari aib seseorang. Media di sini memang terkenal zalim dan telah hilang kredibilitinya, mereka sering memihak dan mencipta isu-isu. Hingga kini saya belum dapat mengembalikan kepercayaan terhadap akhbar Mesir kerana seringkali mereka menyebar berita bohong tentang keluarga kami.
Meskipun demikian, saya masih merasakan kemuliaan Islam dan semakin menambah keyakinan saya bahwa saya berada di jalan yang benar kerana saya benar-benar yakin terhadap program Ikhwanul Muslimin. Bagi mereka yang mengamati sirah dengan baik, akan mengetahui bahwa beginilah sunnatullah, bahkan para rasulpun menghadapi berbagai ujian. Dan hal ini akan semakin menambah kekuatan bagi kami.
Tersebar isu bahwa Dr. Mursi melarang anda untuk meneruskan kuliah. Apakah perkara itu benar?
Saya pergi ke Amerika setelah saya menyelesaikan pendidikan menengah atas. Di sana saya belajar bahasa Inggeris secara khusus. Setelah itu saya bekerja tanpa gaji sebagai penterjemah secara langsung bagi para wanita muallaf Amerika dalam pengajian mereka di Bait Thalib Muslim di Los Angeles.
Pada mulanya setelah kembali dari Amerika saya berniat untuk meneruskan kuliah, tapi akhirnya saya lebih memilih untuk sepenuh masa dalam mendidik anak-anak saya. Akhirnya saya dan anak-anak dapat menyelesaikan hafalan Al-Qur’an. Saya memberikan mereka pelajaran hingga sekolah menengah atas. Dari sinilah saya mulai melakukan aktiviti dakwah bersama jamaah Ikhwan. Itulah pekerjaan saya.
Adapun Dr. Muhammad, tidak pernah melarang saya untuk meneruskan pelajaran dan tidak melakukan campur tangan dalam masalah ini. Justeru sebaliknya, apabila saya memintanya untuk memperkukuhkan kembali kemampuan bahasa Inggeris saya, dia memberi memotivasi kepada saya.
Mendapatkan kewarganegaraan Amerika adalah mimpi bagi orang yang bekerja dan tinggal di sana. Apakah anda pernah berusaha untuk mendapatkannya?
Sebagaimana yang diketahui bahwa undang-undang Amerika menetapkan bahwa sesiapa yang dilahirkan di negara Amerika akan mendapatkan kewarganegaraan Amerika. Inilah yang berlaku kepada kedua anak kami, Ahmad dan Syaima.
Adapun saya dan Doktor, sebenarnya mudah sekali bagi kami untuk mendapatkan kewarganegaraan tersebut, akan tetapi tidak selangkahpun yang kami tempuhi untuk itu. Saya cabar sesiapa sahaja yang dapat menghadirkan bukti bertulis yang menunjukkan bahwa kami adalah warganegara Amerika. Oleh kerana itulah kami dapat membantah orang-orang yang menuduh kami dalam masalah ini, kerana mereka tidak mendapatkan satu bukti pun.
Apakah anak-anak anda memanfaatkan kewarganegaraan Amerika mereka?
Kewarganegaraan anak-anak tidak kami gunakan sama sekali. Ketika Ahmad dipenjara, salah seorang aktivis kemanusiaan menasihatinya agar menghubungi kedutaan Amerika, mereka akan mengatur proses pembebasannya sekarang juga.
Maka dia terus menjawab, “Saya adalah warga Mesir, hidup di negara Mesir dan akan memilih Mesir.”
Itu pula yang dijawab oleh Mursi, meskipun dia tidak mendengar ucapan Ahmad.
Dia berkata,
“Anak saya adalah warga Mesir, apa yang berlaku pada teman-temannya, berlaku pula padanya. Saya tidak akan minta tolong dengan institusi di luar Mesir untuk campur tangan dalam urusan dalaman negara Mesir walaupun mereka bertindak zalim kepada kami.”
Mengapa Dr. Mursi memutuskan untuk menamatkan urusan pelajarannya di Amerika Syarikat dan kembali ke Mesir?
Ketika Doktor menyelesaikan masa kuliahnya di sana, yang selalu terbayang dalam fikirannya adalah bagaimana memberikan manfaat kepada masyarakatnya dari ilmu yang dia raih, apalagi dia menghendaki untuk kembali ketika anak-anaknya masih dalam masa pertumbuhan agar mereka terdidik di sana.
Ketika kami kembali, Ahmad masih berusia 4 setengah tahun sedangkan Syaima berusia 2 setengah tahun. Setelah itu kami tidak pernah mengunjungi Amerika lagi. Kami tinggalkan Universiti Amerika yang menawarkan berbagai macam tawaran. Lalu beliau kembali ke Universiti Zagazig yang ketika itu masih dalam peringkat permulaan.
Apakah anda tidak menolak keputusan tersebut?
Pada mulanya saya menentangnya, khususnya anak-anak ketika itu masih dalam usia yang tidak perlu dikhuatirkan. Apalagi saya tahu bahwa Doktor ketika itu sangat menyukai pelajaran dan melakukan kajian di mana segala kemudahan tersedia di Amerika. Namun ketika itu dia menjawab bahwa dia ingin agar permulaan pertumbuhan anak-anaknya seperti anak-anak di negaranya.
Bagaimana menurut anda peranan isteri bagi seorang Presiden setelah revolusi?
Saya ingin tetap berada di tengah-tengah masyarakat, hidup seperti mereka hidup dan mendengarkan keluh kesah mereka sepertimana perkataan Sayyidina Umar, “Seandainya ada seekor keledai tersesat di Irak, niscaya saya akan ditanya oleh Allah.”
Bagaimana halnya dengan manusia yang tidak mendapatkan segelas air bersih atau tidak mempunyai pembiayaan untuk berubat?!
Ada masyarakat yang masih hidup di bawah paras kemiskinan. Merekalah kelompok pertama yang akan menjadi perhatian saya dalam ruang lingkup sosial di luar institusi dan itulah yang selama ini saya ceburi dalam bidang sosial selama sekian tahun di sektor wanita dalam jamaah Ikhwan.
Bagaimana dengan kegiatan dakwah anda?
Saya akan tetap berdakwah dan tidak mungkin saya tinggalkan kerana inilah hidup saya selama 30 tahun.
Apakah anda pernah mengimpikan menjadi wanita nombor satu di Mesir? Bagaimana perasaan anda sekarang?
Julukan itu saya tolak sama sekali. Julukan itu berlaku untuk Jihan Sadat dan Suzan Mubarak di mana kedua-duanya ikut campur tangan dalam segala urusan samada politik atau ekonomi.
Islam mengajarkan bahwa Presiden Mesir berikutnya adalah pelayan Mesir nombor satu, maka itu ertinya bahwa isterinya juga adalah merupakan pelayan wanita Mesir nombor satu.
Setelah sekian tahun hidup dalam kezaliman yang dialami oleh keluarga Dr. Mursi, apa yang anda rasakan ketika menyaksikan kejatuhan diktator Mubarak?
Ketika itu saya ingat firman Allah Ta’ala,
“Katakanlah, Ya Allah pemilik segala kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari siapa yang Engkau kehendaki.” (QS Ali Imran : 26)
Darinya kami mengambil pelajaran bahwa kekuasaan tidak akan berterusan pada seseorang. Dan kekuasaan, jika Allah kehendaki berakhir, maka Dia akan mencabutnya, setelah Dia memberinya dengan mudah, disamping hal itu merupakan kehendak rakyat yang telah dizalimi selama masa kekuasaan diktator, agar hati mereka senang. Khususnya Khairat Syatir dan Hasan Malik yang terlambat dibebaskan.
Ketika saya melihat pemimpin yang digulingkan  itu berada di atas katilnya di ruang tertuduh, dengan berbagai usaha peguam untuk menyembunyikannya dari pandangan, saya ingat bagaimana Khairat Syatir dahulu ketika di sidang perbicaraan dengan kepala tegak. Semua itu memberikan keyakinan pada saya bahwa pertolongan Allah itu pasti datang.
Bila anda akan mengatakan kepada Dr. Muhamad Mursi, ‘Cukup sudah kerja anda sampai di sini?”
Saya tidak akan mengatakan kepada doktor, ‘Cukuplah kerja anda sampai di sini’ kerana Islam mengajarkan kepada kami untuk sentiasa beramal hingga akhir kesempatan. Ini disebabkan kami beramal kerana Allah. Saya tidak dapat melihat Dr. Mursi tidak beramal. Apabila itu berlaku, justeru saya merasa ada yang aneh padanya.
Sebagai penutup, apa yang ingin anda katakan kepada suami anda?
Semoga Allah menolongmu memikul tanggungjawab ini dan memberimu keteguhan  dan keridhaan serta menjadikan kami sebagai penolongmu di jalan tersebut.
Ya Allah, tetapkanlah kaki kami di jalan dakwahMu dan berikanlah kami sifat istiqamah beramal untuk melaksanakan segala tuntutan dan perintahMu. Kurniakanlah kemenangan kepada golongan mukminin yang sebenar sehingga syariatMu akan tertegak semula di bumi Mesir dan di bumi-bumi lain di seluruh dunia sehingga kalimahMu tegak berdiri dan memayungi setiap insan di dunia bagi merealisasikan “Rahmatan Lil Alameen”.
Ameen Ya Rabbal Alameen
WAS
******

SAYANGkah kita?

Alhamdulillah syukur pada Allah, hari ini Allah kurniakan perasaan yang jauh dari kesedihan. Walau pun diri ini tahu bahawa diri ini tidak layak langsung untuk memperoleh nikmat ini..namun, Alhamdulillah…

kata Allah, ‘La in syakartum la azidanna kum’ sekiranya kamu bersyukur, nescaya akan Aku tambahkan untuk kamu (nikmat-nikmat)..

Alhamdulillah di atas nikmat KEHIDUPAN..

Alhamdulillah di atas nikmat ISLAM..

Alhamdulillah di atas nikmat IMAN..

Alhamdulillah di atas nikmat SIHAT..

Alhamdulillah di atas nikmat orang-orang yang TERSAYANG di sekeliling diri ini..

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin….

Hakikatnya, diri ini adalah seorang hamba kepada Allah YANG MAHA PENGASIH (ARRAHMAN) dan MAHA PENYAYANG (ARRAHIM)..

Kata seorang ukhti, cuba kita bayangkan diri kita sebagai seorang hamba kepada seorang tukang besi, sudah tentu kita juga akan membuat besi seperti mana tuan kita. Begitu juga jika kita hamba kepada seorang tukang jahit, sudah tentu kerja-kerja menjahit akan menjadi sebahagian dari kehidupan kita.

Lalu, bagaimana pula peranan kita sebagai hamba kepada YANG MAHA PENGASIH (‘ibaadurrahman)? Sewajarnya hidup kita juga sepatutnya diwarnai sifat-sifat kasih sayang kerana Allah dan sesama manusia..bukankah begitu?

Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:

Di antara doa Nabi Daud ’alihis-salaam ialah: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu cintaMu dan cinta orang-orang yang mencintaiMu dan aku memohon kepadaMu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cintaMu. Ya Allah, jadikanlah cintaMu lebih kucintai daripada diriku dan keluargaku serta air dingin.” Dan bila Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam mengingat Nabi Daud ’alihis-salaam beliau menggelarinya sebaik-baik manusia dalam beribadah kepada Allah.” (HR Tirmidzi 3412)

Lalu bagaimana kita menjadi hamba kepada YANG MAHA PENGASIH? Allah sudah memberikan kita jawapannya:

seperti kata-kata Allah dalam surah al Furqan ayat 63-76;

  • Dan hamba-hamba (Allah) Ar-Rahman (yang diredhaiNya), ialah mereka yang berjalan di bumi dengan sopan santun, dan apabila orang-orang yang berkelakuan kurang adab, hadapkan kata-kata kepada mereka, mereka menjawab dengan perkataan yang selamat dari perkara yang tidak diingini;

 

  • Dan mereka (yang diredhai Allah itu ialah) yang tekun mengerjakan ibadat kepada Tuhan mereka pada malam hari dengan sujud dan berdiri,

     

  • Dan juga mereka yang berdoa dengan berkata: Wahai Tuhan kami, sisihkanlah azab neraka Jahannam dari kami, sesungguhnya azab seksanya itu adalah mengertikan. Sesungguhnya neraka Jahannam itu tempat penetapan dan tempat tinggal yang amat buruk”;

     

  • Dan juga mereka (yang diredhai Allah itu ialah) yang apabila membelanjakan hartanya, tiadalah melampaui batas dan tiada bakhil kedekut; dan (sebaliknya) perbelanjaan mereka adalah betul sederhana di antara kedua-dua cara (boros dan bakhil) itu.

     

  • Dan juga mereka yang tidak menyembah sesuatu yang lain bersama-sama Allah, dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah membunuhnya, kecuali dengan jalan yang hak (yang dibenarkan oleh syarak), dan tidak pula berzina; dan sesiapa melakukan yang demikian, akan mendapat balasan dosanya; Akan digandakan baginya azab seksa pada hari kiamat, dan ia pula akan kekal di dalam azab itu dengan menerima kehinaan, –

     

  • Kecuali orang yang bertaubat dan beriman serta mengerjakan amal yang baik, maka orang-orang itu, Allah akan menggantikan (pada tempat) kejahatan mereka dengan kebaikan; dan adalah Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.

     

  • Dan sesiapa yang bertaubat serta beramal soleh, maka sesungguhnya (dengan itu) ia bertaubat kepada Tuhannya dengan sebenar-benar taubat;

     

  • Dan mereka (yang diredhai Allah itu ialah orang-orang) yang tidak menghadiri tempat-tempat melakukan perkara-perkara yang dilarang, dan apabila mereka bertembung dengan sesuatu yang sia-sia, mereka melaluinya dengan cara membersihkan diri daripadanya.

     

  • Dan juga mereka (yang diredhai Allah itu ialah orang-orang) yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat keterangan Tuhan mereka, tidaklah mereka tunduk mendengarnya secara orang-orang yang pekak dan buta.

     

  • Dan juga mereka (yang diredhai Allah itu ialah orang-orang) yang berdoa dengan berkata: “Wahai Tuhan kami, berilah kami beroleh dari isteri-isteri dan zuriat keturunan kami: perkara-perkara yang menyukakan hati melihatnya, dan jadikanlah kami imam ikutan bagi orang-orang yang (mahu) bertaqwa.

     

  • Mereka itu semuanya akan dibalas dengan mendapat tempat yang tinggi di Syurga disebabkan kesabaran mereka, dan mereka pula akan menerima penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya, Mereka kekal di dalam Syurga itu; amatlah eloknya Syurga menjadi tempat penetapan dan tempat tinggal.

Wa Allahu a’lam

*Refleksi post-PMS (PERHIMPUNAN MUSIM SEJUK 2011)*