5 tools to face life

[(disalin dari) Rujukan: (Buku) Merindukan Jalan Dakwah oleh Umar Hidayat.]

———————————

Merindukan jalan dakwah menumbuhkan kreativitas dan kiat menghadapi masalah dalam kehidupan. Setidaknya ada 5 hal yang perlu dilakukan:

  1. Kita harus siap
  2. Kita harus ridha
  3. Kita jangan mempersulit diri
  4. Kita harus mengevaluasi diri
  5. Kita harus menjadikan hanya Allah-lah satu-satunya penolong

 

 

 

Kita harus siap:

Dalam hidup ini kita harus selalu siap menerima kenyataan, baik yang sesuai dengan harapan kita atau tidak. Dalam kehidupan ini, kita memang diharuskan untuk memiliki harapan, cita2, rencana yang benar dan wajar. Bahkan, kita sangat dianjurkan untuk gigih berikhtiar mencapai apa pun yang terbaik bagi dunia dan akhirat, semaksimal kemampuan yang Allah berikan kepada kita.

Namun bersamaan dgn itu, kita pun harus sadar bahawa kita hanyalah makhluk yang memiliki banyak keterbatasan utk mengetahui segala hal yg tidak terjangkau oleh daya nalar dan kemampuan kita. Ketahuilah kita punya rencana, Allah pun punya rencana, dan yang pasti terjadi adalah apa yg menjadi rencana Allah.

 

Kita harus ridha:

Setelah siap menghadapi berbagai kenyataan yg terjadi, baik yg sesuai mahupun yg tidak sesuai dgn harapan, maka selanjutnya kita harus ridha dengan kenyataan yg terjadi itu. Mengapa demikian? Kerana walaupun dongkol, uring-uringan, ataupun kecewa berat tetap sahaja kenyataan sudah terjadi. Jadi ridha tidak ridha kejadian tetap sudah terjadi, maka lebih baik kita ridha.

Ridha terhadap sesuatu kejadian bukan bererti pasrah total sehingga tidak bertindak apa pun. Kalau ada yg berpandangan demikian, itu adalah pengertian keliru. Ridha itu hanya amalan hati kita menerima apa yg ada sesuai dgn apa yg Allah berikan. Kondisi hati yg ridha sangat membantu menjadikan proses ikhtiar menjadi positif, optimal dan bermutu.

 

Kita jangan mempersulit diri:

Saudaraku, andaikata mau jujur, sesungguhnya kita ini paling hobi mengarang, mendramatisasi dan mempersulit diri. Sebahagian besar penderitaan kita adalah hasil dramatisasi dan pikiran sendiri. Selain tidak pada tempatnya, juga pasti akn membuat masalah menjadi besar, lebih seram, lebih dahsyat, lebih pahit, lebih gawat, lebih pilu daripada kenyataan aslinya, dan tentu ujungnya akan terasa jauh lebih nelangsa, lebih repot dalam menghadapinya atau menyelesaikannya.

Maka dalam menghadapi persoalan apapun, jgn hanyut dan tenggelam dalam pikiran yg salah. Kita harus tenang menguasai diri, serta renungkanlah janji dan jaminan pertolongan Allah. Bukankah kita sudah sering melalui masa2 yg sangat sulit dan ternyata bisa lolos pada akhirnya, tidak segawat yg kita perkirakan sebelumnya.

 

Kita harus mengevaluasi diri:

Ketahuilah hidup ini bagai gaung di pergunungan. Apa yg kita bunyikan suara itu pulalah yg akan kembali pd kita. Ertinya segala hal yg  terjadi pada kita bisa jadi adalah buah dari apa yg telah kita lakukan, baik disadari mahupun yg tidak disadari.

Allah swt Maha Peka terhadap segala yg kita lakukan. Dengan keadilannya, siapapun yg berbuat kebaikan sekecil apapun dan setersembunyi apa pn, nescaya Allah akan membalas berlipat ganda dengan aneka bentuk yg terbaik menurutNya. Begitu pun sebaliknya, kezaliman sehalus apapun yg kita lakukan yg tampaknya spt menzalimi org lain, padahal sesungguhnya kita sedang menzalimi diri sendiri dan sedang mengundang bencana balasan Allah yg pasti lebih getir dan lebih gawat, naudzubillah.

 

Kita harus menjadikn hanya Allah-lah satu2nya penolong:

Andaikata kita sadar dan meyakini bahawa bekal kita sangat kokoh untuk mengarungi hidup ini, maka kita tidak gentar menghadapi persoalan apa pun. Kerana sesungguhnya yg paling mengetahui struktur masalah kita adalah Allah swt, berikut segala jalan keluar terbaik menurut pengetahuanNya yg Maha Sempurna.

Dan Allah berjanji akan menuntun memberi jalan keluar dari segala masalah, sepelik dan seberat apapun kerana bg Allah tiada yg rumit dan pelik kerana semuanya serba mudah dalam genggaman kekuasaanNya.

Jadi apa yg harus ditakutkn?Jangan takut menghadapi masalah, tp takotlah tidak mendapat pertolongan Allah dalam menghadapinya. Tanpa pertolongnNya, kita akan terus berkelana dalam kesusahan, persoalan yg berujung pd persoalan baru, tanpa nilai tambah bg dunia akhirat kita, benar2 kerugian yg nyata.

Rasulullah saw bersabda: ‘Sekiranya kalian benar2 bertawakal kpd Allah dgn tawakal yg sebenar2nya, sungguh kalian akan diberi rezeki , sebagaimana seekor burung diberi rezeki; ia pergi di pg hari dalam keadaan lapar dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang.’ (HR Ahmad, Turmidzi dan Ibn Majah)

 

————————

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s